Perjalanan Karier

Tutie Kirana mulai menapaki kariernya di dunia akting lewat film Pendekar Bambu Kuning yang dirilis pada 1971. Sejak saat itu, ia cukup aktif menghiasi layar lebar dan membintangi berbagai film dari beragam genre.

Pada era 1970-an, Tutie tampil dalam sejumlah film, di antaranya Kabut Bulan Madu, Mama, dan Flamboyant (1972). Namanya juga lekat dengan karakter Ibu Doel dalam film Si Doel Anak Betawi (1973) dan Si Doel Anak Modern (1976). 

Sepanjang dekade tersebut, ia terus mendapat peran dalam film seperti Dewi, Calon Sarjana, Kenapa Kau Pergi, Napsu Serakah, hingga Buah Terlarang.

Memasuki era 1980-an, Tutie masih melanjutkan kiprahnya lewat beberapa film, termasuk Tempatmu di Sisiku (1980), Tangan-Tangan Mungil (1981), dan Tinggal Sesaat Lagi (1986). Setelah itu, ia kembali muncul di layar lebar melalui Ca-bau-kan (2001) dan Gie (2005).

Kariernya kemudian berlanjut lewat berbagai film lain, seperti Betina (2006), 3 Hari untuk Selamanya dan Jakarta Undercover (2007), serta In the Name of Love dan May (2008). Tutie juga terlibat dalam film What They Don't Talk About When They Talk About Love (2013), 3 Nafas Likas dan About a Woman (2014).

Baca Juga: Main di Film Desember Jani, Yuk Kenalan dengan Sigi Wimala!

Dalam beberapa tahun terakhir, Tutie masih aktif berakting. Ia tampil dalam Mantan Manten, Ave Maryam, dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019), kemudian Air Mata di Ujung Sajadah (2023) sebagai Halimah. 

Peran tersebut kembali ia mainkan dalam sekuelnya, Air Mata di Ujung Sajadah 2 (2025). Pada tahun yang sama, ia juga membintangi Agape: The Unconditional Love sebagai Prof. Astuti. Sementara pada Desember 2026, Tutie kembali lewat film Desember Jani dengan memerankan karakter Oma Peggy.

Selain film layar lebar, Tutie pernah membintangi film pendek A Very Boring Conversation (2006), serta serial televisi Pedang Keadilan (1994) dan Norak tapi Beken (2003). Ia juga tampil dalam serial web Gadis Kretek (2023) sebagai Purwanti saat tua.

Menariknya, Tutie tak hanya berkiprah sebagai pemain. Ia juga pernah terlibat di balik layar sebagai produser dan produser eksekutif dalam film In the Name of Love (2008).