Palaris Films kembali hadir lewat karya film terbaru mereka, ‘Desember Jani’. Film yang mengisahkan tentang hubungan empat perempuan dari tiga generasi dalam sebuah keluarga, turut menghadirkan Tutie Kirana yang memerankan karakter Oma Peggy.
Oma Peggy sendiri diceritakan sebagai ibu dari Mama Winnie yang diperankan oleh Sigi Wimala sekaligus nenek bagi Julia dan Jani, yang menjadi sosok tempat berlindung serta memberikan kehangatan bagi Jani di tengah situasi keluarga yang sedang tegang.
Terlepas dari film terbaru yang diperankannya, yuk intip profil dan perjalanan karier Tutie Kirana berikut!
Baca Juga: Berkenalan dengan Aktris Senior Dayu Wijanto, Yuk Intip Perjalanan Kariernya!
Profil Tutie Kirana
Tutie Kirana merupakan aktris senior kelahiran 28 Oktober 1953. Tak hanya di depan layar, ia juga menggeluti profesinya sebagai produser film. Tutie lahir dari orangtua berdarah Jawa sebagai anak bungsu dari enam bersaudara.
Perihal kehidupan pribadinya, Tutie diketahui sempat menikah dengan sutradara legendaris Indonesia, Sjumandjaja dan juga aktor August Melasz, tapi kedua pernikahan tersebut berakhir percereaian. Kemudian, pada 1989, Tutie kembali menikah dengan Hartono Parbudi.
Dari pernikahan pertamanya dengan sang sutradara, ia dikaruniai seorang putri bernama Djenar Maesa Ayu yang kini terkenal sebagai novelis, penulis sekaligus aktris. Sementara dua anak lainnya diketahui beranam Hyza dan Panji.
Perjalanan Karier
Tutie Kirana mulai menapaki kariernya di dunia akting lewat film Pendekar Bambu Kuning yang dirilis pada 1971. Sejak saat itu, ia cukup aktif menghiasi layar lebar dan membintangi berbagai film dari beragam genre.
Pada era 1970-an, Tutie tampil dalam sejumlah film, di antaranya Kabut Bulan Madu, Mama, dan Flamboyant (1972). Namanya juga lekat dengan karakter Ibu Doel dalam film Si Doel Anak Betawi (1973) dan Si Doel Anak Modern (1976).
Sepanjang dekade tersebut, ia terus mendapat peran dalam film seperti Dewi, Calon Sarjana, Kenapa Kau Pergi, Napsu Serakah, hingga Buah Terlarang.
Memasuki era 1980-an, Tutie masih melanjutkan kiprahnya lewat beberapa film, termasuk Tempatmu di Sisiku (1980), Tangan-Tangan Mungil (1981), dan Tinggal Sesaat Lagi (1986). Setelah itu, ia kembali muncul di layar lebar melalui Ca-bau-kan (2001) dan Gie (2005).
Kariernya kemudian berlanjut lewat berbagai film lain, seperti Betina (2006), 3 Hari untuk Selamanya dan Jakarta Undercover (2007), serta In the Name of Love dan May (2008). Tutie juga terlibat dalam film What They Don't Talk About When They Talk About Love (2013), 3 Nafas Likas dan About a Woman (2014).
Baca Juga: Main di Film Desember Jani, Yuk Kenalan dengan Sigi Wimala!
Dalam beberapa tahun terakhir, Tutie masih aktif berakting. Ia tampil dalam Mantan Manten, Ave Maryam, dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019), kemudian Air Mata di Ujung Sajadah (2023) sebagai Halimah.
Peran tersebut kembali ia mainkan dalam sekuelnya, Air Mata di Ujung Sajadah 2 (2025). Pada tahun yang sama, ia juga membintangi Agape: The Unconditional Love sebagai Prof. Astuti. Sementara pada Desember 2026, Tutie kembali lewat film Desember Jani dengan memerankan karakter Oma Peggy.
Selain film layar lebar, Tutie pernah membintangi film pendek A Very Boring Conversation (2006), serta serial televisi Pedang Keadilan (1994) dan Norak tapi Beken (2003). Ia juga tampil dalam serial web Gadis Kretek (2023) sebagai Purwanti saat tua.
Menariknya, Tutie tak hanya berkiprah sebagai pemain. Ia juga pernah terlibat di balik layar sebagai produser dan produser eksekutif dalam film In the Name of Love (2008).
Nominasi dan Penghargaan
Selama berkarier di dunia seni peran, Tutie Kirana juga beberapa kali mendapat pengakuan lewat penghargaan dan nominasi.
Namanya mulai masuk dalam daftar nominasi Festival Film Indonesia pada 1979 melalui film Buaya Deli untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik. Setahun kemudian, ia kembali mendapat nominasi di ajang yang sama, kali ini lewat film Buah Terlarang dalam kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.
Baca Juga: Profil dan Jejak Karier Dea Annisa, dari Aktris Cilik hingga Tetap Eksis di Dunia Hiburan Tanah Air
Tutie juga masuk nominasi Festival Film Indonesia 1987 berkat film Tinggal Sesaat Lagi dan pada 2008 melalui film May. Sementara itu, lewat perannya dalam About a Woman, ia mendapat nominasi Aktris Utama Terpilih di Piala Maya 2015.
Salah satu pencapaian Tutie datang pada 2018. Ia berhasil memenangkan kategori Aktris Pendukung Pilihan di Festival Film Tempo berkat penampilannya dalam film Ave Maryam.
Namanya kembali masuk nominasi di sejumlah ajang penghargaan, termasuk Festival Film Indonesia 2019 lewat Mantan Manten, Piala Maya dan Indonesian Movie Actors Awards pada 2020, serta Festival Film Wartawan Indonesia 2021 melalui film horor Affliction.
Pada 2024, Tutie juga menerima Lifetime Achievement Award dari Indonesian Movie Actors Awards sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan panjangnya di industri perfilman Indonesia.