Growthmates, pernahkah Anda mengalami rambut rontok atau patah? Banyak orang beranggapan keduanya adalah masalah yang sama. Padahal, dua kondisi ini, hair loss (rambut rontok dari akar), sedangkan hair breakage (rambut patah) memiliki penyebab dan perawatan yang berbeda. 

Mengidentifikasi perbedaan keduanya memang sangat sulit, sebab penanganan untuk hair loss dan hair breakage membutuhkan pendekatan yang jauh berbeda.

Lalu, bagaimana cara membedakan keduanya agar tidak salah memilih perawatan? Mengutip dari esthetichair.com dan acibademinternational.com, Senin (2/11/2026), berikut penjelasannya:

Apa itu Hair Loss?

Hair loss atau kerontokan rambut merupakan kondisi yang bersumber langsung dari masalah pada folikel rambut di kulit kepala. Secara alami, setiap helai rambut akan melewati fase pertumbuhan, transisi, hingga akhirnya memasuki fase istirahat dan gugur untuk digantikan oleh rambut baru. 

Masalah hair loss terjadi ketika siklus alami tersebut terganggu, baik karena folikel mengecil, peradangan pada kulit kepala, maupun hilangnya kemampuan folikel untuk memproduksi rambut baru secara normal. Karena prosesnya berasal dari dalam kulit kepala, rambut yang gugur akibat hair loss umumnya lepas secara utuh dari akarnya dan kerap memicu penipisan volume rambut secara menyeluruh.

Baca Juga: 6 dari 10 Perempuan Muda Mengalami Rambut Rontok, Sunsilk Gandeng Mahalini Hadirkan Rangkaian Perawatan Rambut Thick & Bouncy

Apa itu Hair Breakage?

Berbeda dengan kerontokan dari akar, hair breakage atau patahnya rambut adalah masalah kerusakan structural yang terjadi pada batang rambut di atas permukaan kulit kepala. Pada kondisi ini, folikel rambut sebenarnya tetap berfungsi dengan normal dan berada dalam kondisi sehat di dalam kulit kepala. 

Namun, struktur batang rambut yang terdiri dari protein keratin dan lapisan kutikula pelindung mengalami pemudaran atau kerusakan. Efeknya, helai rambut menjadi rapuh, kehilangan elastisitasnya, dan mudah patah di titik mana saja sepanjang batang rambut ketika menerima gesekan atau tekanan.

Baca Juga: Rambut Bebas Rontok dan Patah! Ini 8 Kebiasaan Harian yang Wajib Kamu Coba

Cara Mengenali Perbedaanya

Membedakan kedua kondisi ini sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah melalui pengamatan visual pada helai rambut yang terlepas. Cara paling sederhananya adalah:

1. Keberadaan Umbi Akar (Culb Bulb)

Pada kasus hair loss, helai rambut memiliki benjolan kecil berwarna putih atau terang di salah satu ujungnya, yang menandakan rambut lepas secara utuh dari umbi akar (club bulb). Sebaliknya, pada hair breakage, helai rambut sama sekali tidak memiliki benjolan putih di kedua ujungnya karena rambut tidak terlepas dari akar. 

2. Panjang Helai Rambut

Pada hair loss, rambut yang gugur umumnya berukuran penuh sesuai dengan panjang asli rambut Anda saat ini. Sedangkan hair breakage, helai rambut yang ditemukan cenderung berukuran lebih pendek dari panjang rambut keseluruhan karena patah di tengah batang. 

Baca Juga: Bebas Rontok dan Makin Tebal, Ini 5 Buah Kaya Nutrisi untuk Rambut Sehat dan Kuat

3. Kondisi Ujung Rambut

Hair loss memiliki ujung-ujung helai rambut yang tampak alami dan memutar halus seperti rambut normal pada umumnya. Pada hair breakage, Ujung rambut terlihat kasar, tumpul/rata, atau bercabang akibat retak dan patah secara paksa. 

4. Dampak pada Penampilan Rambut 

Selain itu, hair loss mengubah kerapatan rambut di kulit kepala, seperti terjadinya penipisan volume, melebarnya garis belahan rambut, atau garis rambut yang memundur, sedangkan hair breakage mengubah tekstur dan kerapian rambut, seperti rambut terasa kusam, kasar saat diraba, serta panjang rambut yang tampak megar dan tidak merata.

Penyebab Utama Hair Loss dan Hair Breakage

Pemicu dari hair loss dan hair breakage berasal dari dua faktor yang sangat berlawanan. Hair loss umumnya dipicu oleh gangguan fungsi sistemik dan folikel di dalam tubuh, sedangkan hair breakage murni disebabkan oleh kerusakan fisik akibat perlakuan eksternal pada batang rambut.

Penyebab utama hair loss:

  • Faktor genetika: Kecenderungan bawaan keluarga.
  • Perubahan hormon: Ketidakseimbangan hormon akibat kehamilan, persalinan, menopause, atau gangguan tiroid. 
  • Stres fisik dan emosional: Kondisi stres berat, pasca operasi, atau pemulihan dari penyakit yang memicu fase gugur massal.
  • Kekurangan nutrisi: Defisiensi zat besi, protein, serta vitamin dan mineral penting lainnya dalam asupan harian. 
  • Kondisi medis dan obat-obatan: Penyakit autoimun (seperti alopecia areata), infeksi kulit kepala, hingga efek samping konsumsi obat tertentu. 

Penyebab utama hair breakage:

  • Penataan suhu tinggi: Penggunaan hair dryer, catokan, atau pengeriting rambut dengan suhu tinggi.
  • Proses kimiawi: Bleaching atau pewarnaan rambut.
  • Perlakuan mekanis: Kebiasaan menyisir rambut saat masih basah.
  • Gaya rambut ketat: Ikatan rambut yang terlalu kencang.
  • Faktor lingkungan: Paparan sinar matahari berlebih, kelembapan rendah, dan gesekan berulang dengan sarung bantal berbahan kasar. 

Langkah Perawatan yang Tepat

Perawatan pada kedua masalah ini memerlukan pendekatan yang sangat berbeda. Untuk hair loss, penanganan difokuskan pada merangsang kembali aktivitas folikel dan menjaga kesehatan kulit kepala. Sementara untuk hair breakage, perawatan bertujuan untuk memperkuat struktur batang rambut dan mencegah kerusakan berlanjut.

Perawatan untuk Hair Loss:

  • Konsultasi Dokter Spesialis: Melakukan evaluasi medis untuk mengidentifikasi pemicu internal dan mendapatkan diagnosis yang akurat.
  • Penggunaan Terapi Topikal Teruji: Menggunakan penumbuh rambut yang direkomendasikan secara medis (seperti minoxidil) sesuai petunjuk ahli.
  • Perbaikan Pola Makan: Meningkatkan konsumsi makanan bergizi tinggi yang kaya protein, zat besi, dan vitamin untuk menutrisi folikel.
  • Manajemen Stres: Menerapkan gaya hidup sehat dan teknik relaksasi untuk menjaga keseimbangan siklus pertumbuhan rambut.

Perawatan untuk Hair Breakage:

  • Pemotongan Ujung Rambut (Trimming): Memotong bagian ujung rambut yang bercabang secara rutin agar kerusakan tidak merambat naik ke atas batang rambut.
  • Batasi Penggunaan Panas dan Kimia: Mengurangi frekuensi styling dengan suhu tinggi serta memberi jeda pada proses pewarnaan atau kimiawi.
  • Gunakan Produk Pelembap Ekstra: Mengaplikasikan kondisioner, hair mask, atau leave-in conditioner untuk mengembalikan elastisitas dan kelembapan rambut.
  • Ubah Kebiasaan Perawatan Rambut: Mengeringkan rambut dengan cara menepuk-nepuk lembut menggunakan kain microfiber, menggunakan sisir bergigi jarang, serta memilih sarung bantal berbahan sutra atau satin.

Mulai sekarang, Growthmates jangan sampai salah perawatannya lagi, ya!