Perluasan konektivitas digital mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di daerah. Papua Barat Daya menjadi salah satu wilayah yang mencatat perkembangan paling signifikan, dengan kenaikan 15 peringkat dalam East Ventures–Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2026.

Dalam laporan tersebut, provinsi termuda di Indonesia itu naik dari posisi ke-33 menjadi peringkat ke-18 secara nasional. Skor daya saing digitalnya juga meningkat dari 34,9 menjadi 43,8.

Peningkatan tersebut sejalan dengan semakin meluasnya infrastruktur digital di Papua Barat Daya. Sejumlah desa di wilayah tersebut mulai mendapatkan akses jaringan 4G. Sementara itu, layanan Hyper 5G juga telah tersedia di Kota Sorong.

Baca Juga: East Ventures Tuntaskan Transaksi Sekunder Perdana yang Dipimpin Coller Capital

Perkembangan konektivitas tersebut turut diikuti meningkatnya aktivitas ekonomi digital masyarakat. Salah satunya terlihat dari transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang tumbuh hingga 280,6 persen secara tahunan (YoY).

Jumlah merchant yang menggunakan QRIS juga mengalami pertumbuhan sebesar 24,5 persen.

Temuan dalam EV-DCI 2026 menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital menjadi salah satu faktor yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas berbasis teknologi. Namun, keberadaan jaringan internet saja belum cukup untuk meningkatkan daya saing digital suatu daerah.

Pemanfaatan teknologi oleh masyarakat dan pelaku usaha menjadi faktor penting berikutnya. Ketika konektivitas semakin mudah diakses, teknologi dapat digunakan untuk mendukung transaksi, kegiatan usaha, hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Baca Juga: East Ventures: Pemetaan Daya Saing Kunci Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

Papua Barat Daya menjadi salah satu gambaran dari keterkaitan tersebut. Perluasan jaringan internet berjalan beriringan dengan meningkatnya penggunaan layanan pembayaran digital, yang tercermin dari lonjakan transaksi QRIS di wilayah tersebut.

Secara nasional, EV-DCI 2026 juga mencatat pilar Kewirausahaan dan Produktivitas sebagai salah satu faktor yang mengalami peningkatan. Pertumbuhan tersebut didukung oleh semakin luasnya pemanfaatan teknologi oleh masyarakat dan pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

Kondisi itu menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem digital di daerah tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Setelah akses tersedia, tantangan berikutnya adalah mendorong masyarakat dan pelaku usaha agar mampu memanfaatkan konektivitas tersebut secara produktif.

Bagi Papua Barat Daya, peningkatan dari peringkat ke-33 menjadi ke-18 menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam daya saing digital daerah. Perkembangan tersebut sekaligus memperlihatkan peluang yang muncul ketika pemerataan konektivitas mulai menjangkau wilayah di luar pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional.