Inovasi pangan berbasis bahan lokal Indonesia semakin membuka peluang untuk menjangkau pasar internasional. Salah satunya melalui TEMPBAR, produk protein bar berbahan tempe fermentasi yang dikembangkan PT Inti Food Sejahtera.Produk ini mencatatkan langkah ekspansi ke pasar Australia melalui kesepakatan pembelian senilai US$1 juta untuk periode 2026–2027.

Komitmen pembelian tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Inti Food Sejahtera dan perusahaan mitra yang berbasis di Australia dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Penandatanganan ini disaksikan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney. Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis bagi Inti Food Sejahtera untuk memperluas jangkauan pasar produk pangan inovatif Indonesia.

Melalui TEMPBAR, perusahaan mengolah tempe yang selama ini dikenal sebagai bahan pangan tradisional menjadi camilan praktis dengan kandungan protein yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen modern.

Peluang ini sejalan dengan meningkatnya perhatian konsumen terhadap pola makan sehat. Berdasarkan survei Consumer Insights Tracker yang dilakukan Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) pada 2025, sebanyak 74% konsumen Australia dan Selandia Baru menyatakan berupaya menjaga pola makan sehat. Sementara itu, nutrisi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih pangan bagi 75% responden, setelah rasa dan harga.

Tren tersebut membuka ruang bagi produk pangan yang menggabungkan kepraktisan, cita rasa, dan kandungan nutrisi. TEMPBAR hadir dengan memanfaatkan potensi tempe sebagai sumber protein nabati yang diolah dalam format protein bar sehingga lebih mudah dikonsumsi saat beraktivitas.

Setiap batang TEMPBAR dengan berat 50 gram mengandung 15 gram protein, 2 gram gula, dan 4 gram serat. Selain menggunakan tempe fermentasi, produk ini diformulasikan dengan protein kedelai isolat (soy protein isolate) dan oat untuk melengkapi komposisinya.

TEMPBAR tersedia dalam tiga pilihan rasa, yakni Chocolate, Matcha, dan Salted Caramel. Produk ini dikemas secara individual agar praktis dibawa dan dikonsumsi sebagai camilan di sela-sela aktivitas.

President Commissioner PT Inti Food Sejahtera, Aditya Rumanda, mengatakan, TEMPBAR merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengembangkan potensi bahan pangan Indonesia menjadi produk dengan nilai tambah yang mampu bersaing di pasar global.

“TEMPBAR merepresentasikan visi kami terhadap masa depan inovasi pangan Indonesia. Tempe adalah bagian dari warisan pangan kita, dengan potensi yang jauh melampaui bentuk tradisionalnya. Melalui TEMPBAR, kami membawa potensi tersebut ke dalam format modern yang kami kembangkan untuk bersaing di pasar global. Australia adalah langkah awal dari perjalanan yang lebih besar,” kata Aditya.

Baca Juga: Kemendag Luncurkan 'Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan' dan 'Trade CorpU', Perkuat SDM Unggul Indonesia

Menurut Aditya, pengembangan produk berbasis bahan pangan yang telah dikenal masyarakat merupakan salah satu pendekatan untuk menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Melalui pengembangan format dan pengalaman konsumsi yang berbeda, bahan pangan lokal dapat memiliki peluang untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Strategi tersebut juga tercermin dalam portofolio produk Inti Food Sejahtera yang berfokus pada penciptaan, pengembangan, dan pertumbuhan merek pangan. Selain TEMPBAR, perusahaan mengembangkan GRAINKIND, yang menghadirkan camilan berbasis biji-bijian, termasuk biskuit oat tanpa gula dan biskuit tinggi serat. Perusahaan juga memiliki SNEKU, merek camilan berbasis pisang.

Melalui berbagai merek tersebut, Inti Food Sejahtera mengeksplorasi potensi bahan pangan melalui beragam pendekatan, mulai dari pemilihan bahan hingga pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumsi.

Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pangan tidak selalu harus menggunakan bahan yang sepenuhnya baru, tetapi juga dapat dilakukan dengan mengolah bahan yang telah dikenal menjadi produk dengan nilai tambah.

Aditya berharap, pengembangan TEMPBAR dan merek camilan lainnya dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai pengembang merek pangan inovatif sekaligus memperluas pengenalan bahan pangan Indonesia di pasar internasional.

“Melalui pengembangan TEMPBAR dan brand camilan sehat lainnya, kami berharap dapat terus memperkuat posisi sebagai perusahaan pengembang merek pangan yang menghadirkan nilai tambah melalui inovasi, sekaligus membawa potensi bahan pangan Indonesia kepada konsumen yang lebih luas,” tutup Aditya.

Baca Juga: Downgrade Gaya Hidup Jangan Sampai Korbankan Protein