Dunia kecantikan global tengah melirik ke Timur. Setelah bertahun-tahun tren perawatan kulit didominasi pendekatan agresif, mulai dari asam berkadar tinggi, eksfoliasi intens, hingga scrub kasar, banyak orang justru berakhir dengan skin barrier rusak, kemerahan, dan iritasi berkepanjangan.

Di titik inilah filosofi J-Beauty atau kecantikan Jepang menawarkan perspektif berbeda, yakni merawat, bukan 'menyerang' kulit.

Pendekatan ini berakar pada hidrasi mendalam, efektivitas yang lembut, serta pemanfaatan bahan-bahan botani yang bekerja selaras dengan biologi kulit.

Bukan sekadar tren, sejumlah bahan khas Jepang kini didukung penelitian ilmiah dan menjadi primadona baru dalam dunia skincare. Dan, dikutip dari Times of India, Senin (23/2/2026), berikut 5 di antaranya.

1. Konjac: Eksfoliasi Lembut Tanpa Merusak Skin Barrier

Banyak eksfoliator fisik bekerja terlalu keras, menciptakan robekan mikroskopis yang justru melemahkan lapisan pelindung kulit.

Akar konjac menghadirkan solusi berbeda. Tanaman ini telah lama digunakan dalam kuliner Asia, namun di industri kecantikan, ia diolah menjadi spons wajah alami.

Saat dibasahi, serat glukomanan pada konjac berubah menjadi tekstur kenyal menyerupai gel yang sangat lembut.

Ia mampu mengangkat sel kulit mati dan kotoran tanpa mengikis kelembapan alami.

Menariknya lagi, konjac bersifat sedikit basa sehingga membantu menyeimbangkan pH kulit saat proses pembersihan. Bonus tambahannya, spons ini biodegradable dan ramah lingkungan.

2. Matcha Hijau: Antioksidan Kuat untuk Perlindungan Maksimal

Matcha bukan hanya minuman kekinian. Karena dibuat dari seluruh daun teh yang digiling halus, kandungan nutrisinya jauh lebih pekat dibandingkan teh hijau biasa.

Secara topikal, matcha kaya akan EGCG dan polifenol atau antioksidan kuat yang berfungsi sebagai 'perisai' terhadap radikal bebas akibat polusi dan paparan sinar UV.

Tak hanya itu, sifat anti-inflamasinya membantu meredakan kemerahan dan iritasi. Kandungan taninnya juga berperan dalam mengecilkan tampilan pori, mengontrol produksi minyak, dan mengurangi pembengkakan.

Bagi kulit sensitif atau berjerawat, matcha menjadi kombinasi perlindungan dan ketenangan dalam satu bahan alami.

Baca Juga: Mengetahui Perbedaan Mochi Skin dan Glass Skin, yang Mana Pilihanmu?

3. Minyak Camellia (Tsubaki): Pelembap yang Meniru Sebum Alami

Banyak orang ragu menggunakan minyak di wajah karena takut menyumbat pori. Namun, minyak camellia yang diekstrak dari biji bunga Camellia japonica justru dikenal sebagai salah satu minyak paling ramah bagi kulit.

Rahasia utamanya terletak pada sifat biomimetik, seperti komposisi asam oleat (omega-9), asam linoleat, dan skualen di dalamnya sangat mirip dengan sebum alami manusia.

Artinya, kulit mengenalinya dan menyerapnya dengan cepat tanpa meninggalkan rasa berat atau lengket.

Minyak ini non-komedogenik serta diketahui membantu memperkuat lapisan lipid kulit dan mendukung produksi kolagen. Tak heran, tsubaki telah lama menjadi rahasia kecantikan tradisional perempuan Jepang.

4. Yuzu: Vitamin C yang Mencerahkan Sekaligus Melembapkan

Serum vitamin C sering kali efektif, tetapi tidak sedikit yang memicu rasa perih atau kulit terasa kering. Yuzu, buah sitrus khas Jepang, menawarkan alternatif yang lebih lembut namun tetap bertenaga.

Kandungan vitamin C dalam yuzu bahkan lebih tinggi dibandingkan lemon biasa. Ia membantu menghambat produksi melanin, sehingga efektif memudarkan hiperpigmentasi, bekas jerawat, dan noda akibat sinar matahari.

Selain itu, yuzu merangsang produksi kolagen untuk menjaga kekenyalan kulit.

Yang membedakannya dari sitrus lain adalah kandungan minyak esensialnya yang berfungsi sebagai humektan alami, menarik dan mempertahankan kelembapan. Hasilnya, kulit tampak cerah tanpa terasa kering atau tertarik.

5. Ekstrak Sakura: Penjaga Elastisitas dan Anti-Glikasi

Bunga sakura bukan sekadar simbol musim semi di Jepang. Dalam dunia skincare, ekstraknya dikenal sebagai bahan anti-aging yang fungsional.

Salah satu keunggulannya adalah kemampuannya melawan proses glikasi, yakni kondisi ketika gula berlebih mengikat kolagen dan elastin sehingga membuat kulit kaku dan kehilangan elastisitas.

Ekstrak sakura membantu menghambat proses tersebut, menjaga kulit tetap kenyal dan lentur.

Kaya akan asam lemak esensial serta flavonoid, bahan ini juga efektif memperbaiki skin barrier yang rusak dan menenangkan kulit reaktif, termasuk yang rentan rosacea.

Baca Juga: 5 Bahan Kunci Perawatan Kulit Korea di 2026 untuk Kulit Lebih Sehat