Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) terus menguat sepanjang Januari hingga September 2026. Perusahaan mencatat laba periode berjalan sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun.

Pertumbuhan laba tersebut berjalan seiring dengan peningkatan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) sebesar 45 persen menjadi Rp13,48 triliun, dari Rp9,33 triliun pada Januari–September 2025. Capaian ini mencerminkan penguatan kinerja dan efektivitas operasional perusahaan.

Baca Juga: ANTAM Catat Laba Bersih Rp6,91 Triliun di Semester Pertama 2026

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri pertambangan.

“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Untung dalam keterangannya, Rabu (18/10/2026).

Lanjutnya, ia mengatakan di sejumlah indikator keuangan turut menunjukkan tren positif. ANTAM membukukan laba kotor Rp15,56 triliun, naik 42 persen dari Rp10,98 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha meningkat 53 persen menjadi Rp12,05 triliun, dibandingkan Rp7,89 triliun pada Januari–September 2025.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tajam, Dibanderol Mulai Rp1,4 Jutaan!

Kontribusi keuntungan dari entitas asosiasi mencapai Rp300,58 miliar, tumbuh 115 persen dibandingkan Rp140,03 miliar pada periode pembanding. Laba bersih per saham dasar tercatat Rp367,78, meningkat 48 persen dari Rp248,62.

Dari sisi neraca, total aset ANTAM mencapai Rp59,74 triliun, naik 24 persen dibandingkan Rp48,07 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Ekuitas meningkat 17 persen menjadi Rp41,22 triliun dari Rp35,20 triliun.

Posisi kas dan setara kas tercatat Rp10,54 triliun, tumbuh 14 persen dari Rp9,26 triliun. Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp5,06 triliun, naik 26 persen dibandingkan Rp4,02 triliun. Penerimaan kas dari pelanggan juga meningkat 29 persen menjadi Rp87,92 triliun.