Konsep The Wayfarer kemudian dikembangkan sebagai representasi sosok yang terus berjalan dan mengeksplorasi dunia. Varsam memilih tema tersebut karena perjalanan memiliki kedekatan dengan karakter Hedgren sekaligus pengalaman personalnya sebagai traveler.
“Hedgren kan memang DNA-nya untuk traveling dan sehari-hari. Dan aku sebagai orang yang suka traveling, I think something yang seperti itu semua orang punya. Travel, to see something new, to see new people, meet new things. Dari sana aku membangun si karakter Wayfarer tersebut,” katanya.
Dalam artwork tersebut, Varsam memasukkan elemen seperti kompas, teleskop, matahari, dan bulan untuk menggambarkan perjalanan yang tidak memiliki batas.
“Itu menunjukkan kalau traveling itu nggak ada batasnya. Semua penjuru, semua horizons, ada beauty in everything as long as kita buka hati untuk kedatangan yang datang,” tuturnya.
Varsam juga menghadirkan sosok The Wayfarer dengan sentuhan klasik dan timeless agar karya tersebut dapat menyatu dengan berbagai karakter pengguna.
“Kalau misalnya kalian bisa lihat, dia ada kostumnya agak-agak klasik. Ada binoculars, ada teleskopnya juga dan sebagainya. Menurutku itu agak masuk juga ke estetik Hedgren sendiri dan sesuatu yang timeless,” ujarnya.
Karya tersebut kemudian diaplikasikan pada travel essential berupa luggage tag dan notebook cover. Bagi Varsam, kedua produk tersebut memiliki hubungan erat dengan identitas dan memori perjalanan.
“Dari luggage bag kita menyimpan identitas dan notebook kita bisa menyimpan memori dan cerita dari perjalanan kita,” kata Varsam.
Sementara itu, Marketing Executive Hedgren, Putri Savana, mengungkapkan, keputusan memilih kolaborasi dengan Varsam juga didasari kesesuaian antara karya sang seniman dengan filosofi Hedgren. Ia melihat, seni sebagai medium ekspresi yang sejalan dengan cara seseorang memaknai perjalanan.
“Karena menurut aku, traveling is not about destination. Itu adalah cara kita untuk mengekspresikan personality kita juga. Dan art itu juga salah satu menjadi sesuatu yang, apa ya, cara mengekspresikan yang paling bebas,” jelasnya.
Putri menilai, desain Varsam juga memiliki karakter yang cukup universal sehingga dapat diterima oleh berbagai tipe konsumen.
“Aku melihat desain-desainnya sangat cocok banget untuk Hedgren. Kalau Hedgren punya mulut, apa yang mau disampaikan, speak louder ke konsumen tentang korporasi ini? I think traveling is not destination. Again, traveling itu cara kita untuk mengekspresikan diri,” tuturnya.
Putri menambahkan, kolaborasi ini tetap mempertahankan fungsi utama produk Hedgren. Luggage tag digunakan untuk membawa identitas, sementara notebook cover dapat menjadi ruang untuk menyimpan cerita perjalanan.
“Harapannya karena kita ada kolaborasi dengan travel essential, kita nggak cuma pengen Hedgren itu sebagai fungsional. Karena ada luggage tag yang fungsional untuk ada identity seseorang, ini punya bag atau luggage-nya. Sama kita juga ada cover notebook yang juga berfungsi untuk menjadi passport case,” ujar Putri.
“Di notebook ini kalian bisa banget tulis cerita ketika perjalanan kalian buat traveling,” lanjutnya.
Melalui AW26 dan The Wayfarer, Hedgren mempertemukan fungsi dengan seni dan storytelling. Koleksi tersebut tidak hanya dirancang untuk mendukung mobilitas, tetapi juga membawa gagasan bahwa setiap perjalanan memiliki cerita yang dapat menjadi bagian dari identitas penggunanya.
“Kalau misalkan kita traveling, we just not carry things, but we carry stories,” pungkas Putri.
Baca Juga: Rekomendasi Tas Carrier Terbaik untuk Mendaki Gunung, Nyaman Dipakai dan Tangguh di Berbagai Medan