Siapa yang Lebih Berisiko?
Risiko kanker ovarium meningkat pada perempuan berusia di atas 50 tahun. Risiko juga lebih tinggi pada mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker ovarium atau kanker payudara, menderita endometriosis, mengalami obesitas, atau memiliki mutasi gen BRCA1 dan BRCA2.
Dr. Reddy menyarankan perempuan dengan riwayat keluarga kanker untuk lebih waspada dan mempertimbangkan konseling genetik.
“Kita bisa mengidentifikasi risiko lebih awal dan menempatkan pasien pada protokol skrining yang sesuai,” katanya.
Meski begitu, kanker ovarium tidak hanya menyerang kelompok berisiko tinggi. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, sehingga setiap perempuan perlu lebih peka terhadap perubahan pada tubuhnya sendiri.
Deteksi Dini Sangat Menentukan
Hingga kini, belum ada cara pasti untuk mencegah kanker ovarium. Namun, deteksi dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan secara signifikan.
Pemeriksaan ginekologi rutin, menjaga berat badan ideal, aktif bergerak, mengonsumsi makanan sehat, menghindari rokok, dan membatasi alkohol dapat membantu menurunkan risiko.
Kemajuan teknologi medis juga membuat penanganan kanker ovarium semakin berkembang.
Menurut Dr. Reddy, kini tersedia berbagai pendekatan modern seperti operasi sitoreduktif kompleks, terapi HIPEC, hingga PIPAC yang mampu meningkatkan harapan hidup pasien.
“Diagnosis dini mengubah segalanya. Kemoterapi dan terapi target kini juga semakin baik, tetapi semua pengobatan itu bekerja paling efektif jika penyakit terdeteksi sejak awal,” ungkapnya.
Penelitian menunjukkan bahwa tingkat harapan hidup pasien kanker ovarium meningkat drastis bila kanker ditemukan pada stadium awal dibandingkan saat sudah memasuki stadium lanjut.
Karena itu, pesan pada Hari Kanker Ovarium Sedunia tahun ini sangat jelas, yakni jangan abaikan tubuh Anda.
Gejala yang tampak ringan tetapi terus-menerus bukan sesuatu yang boleh dianggap normal begitu saja. Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang efektif.
Baca Juga: 5 Tanda Awal Kanker Ovarium yang Sering Diabaikan