Pasar saham Indonesia merah membara pada perdagangan pagi ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan langsung mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt sesaat setelah pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026).

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG merosot 469,85 poin atau -8,01% ke level 5.393,92. Penurunan tersebut memicu mekanisme trading halt selama 30 menit sesuai ketentuan yang berlaku di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga: Market Indonesia Membara: IHSG Menuju 5.000, Rupiah Sentuh Rp18.000

Hingga perdagangan dihentikan sementara, nilai transaksi tercatat sebesar Rp905 miliar dengan volume perdagangan mencapai 5,36 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 105.728 kali.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 595 saham melemah, 33 saham stagnan, dan hanya 14 saham yang menguat.

IHSG anjlok hingga 8% di tengah kekhawatiran pasar terhadap rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Pertimbangan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran MSCI terhadap aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, hingga dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

Persoalan tersebut dinilai berpotensi mengurangi tingkat investabilitas pasar saham Indonesia bagi investor global. Jika perubahan klasifikasi benar-benar dilakukan, pasar modal Indonesia berpotensi menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya tariknya di mata investor internasional.