Selain memperkenalkan inovasi terbaru di bidang skin quality, Lorient Summit juga menjadi sarana edukasi bagi para dokter terkait perkembangan produk estetika modern, termasuk penggunaan filler yang aman dan berbasis bukti ilmiah.
Aesthetic Medicine Expert sekaligus Founder Privee Clinic, dr. Almond Wibowo, M.Biomed (AAM), menjelaskan bahwa masih banyak kesalahpahaman mengenai filler yang beredar di masyarakat, bahkan di kalangan tenaga medis.
Menurutnya, berbagai stigma negatif yang berkembang sering kali bukan disebabkan oleh tindakan filler itu sendiri, melainkan oleh kualitas produk atau teknik penyuntikan yang kurang tepat.
"Banyak orang bilang filler bikin muka jadi gendut, bikin muka aneh, atau semakin lama semakin besar. Padahal sering kali masalahnya bukan pada tindakan fillernya, tetapi kualitas produk yang digunakan atau teknik penyuntikannya," kata dr. Almond.

dr. Almond Wibowo pun memaparkan bahwa filler dengan kualitas rendah cenderung lebih mudah bergeser dan mengalami pembengkakan berlebihan setelah disuntikkan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kontur wajah menjadi tidak rata dan menghasilkan tampilan yang kurang natural.
Karena itu, menurut dr. Almond, Lorient terus melakukan berbagai penelitian dan uji klinis untuk memastikan produknya mampu bertahan pada area injeksi tanpa mengalami ekspansi berlebihan.
Sementara itu, Dokter Aesthetic dan Anti-Aging sekaligus Founder Profira Clinic, dr. Fifin Marini, M. Biomed (AAM)., menyoroti perubahan perilaku pasien yang semakin aktif mencari informasi mengenai perawatan estetika sebelum berkonsultasi dengan dokter. Fenomena ini turut memengaruhi tren tindakan yang paling banyak diminati saat ini.
Ia pun berharap, forum edukasi seperti Lorient Summit dapat terus menjadi wadah pertukaran ilmu antara para praktisi, industri, dan akademisi agar perkembangan teknologi estetika dapat diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga medis.
"Harapannya, kita bisa menyediakan layanan, produk, maupun kemampuan dokter yang sejalan dengan kemajuan teknologi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik," pungkas dr. Fifin.
Nah Growthmates, melalui peluncuran Lorient Element dan penyelenggaraan Lorient Summit Symposium, Haju Medical menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi sekaligus edukasi berstandar internasional bagi para praktisi estetika di Indonesia.
Kolaborasi dengan para ahli dari berbagai negara ini diharapkan dapat mendorong perkembangan industri estetika yang semakin mengedepankan kualitas, keamanan, dan pendekatan berbasis evidence-based medicine.
Baca Juga: Tren Estetika Medis Naik Daun, Primaya Evasari Luncurkan BIRU Aesthetic Center