Industri estetika terus bergerak ke arah yang lebih ilmiah dan personal. Tidak lagi sekadar mengejar perubahan penampilan secara instan, tren perawatan saat ini semakin menitikberatkan pada kesehatan kulit jangka panjang, kualitas kulit, serta pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Semangat tersebut menjadi landasan Haju Medical saat meluncurkan Lorient Element dalam ajang Lorient Summit Symposium yang menjadi bagian dari AMUSE 2026, yang digelar di Sky Ballroom JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, Jumat (12/6/2026).
Peluncuran ini sekaligus menghadirkan dua pakar estetika internasional, yakni Dr. Sabrina Shah-Desai dari Inggris dan Dr. Kim Sang Yup dari Korea Selatan, yang membagikan perkembangan terbaru terkait penanganan pigmentasi dan peningkatan kualitas kulit.
Lorient Element hadir sebagai solusi yang dirancang untuk mendukung perawatan pigmentasi sekaligus menjaga kualitas kulit secara menyeluruh.
Produk ini mengombinasikan sejumlah bahan aktif yang telah dikenal luas dalam dunia dermatologi dan estetika, seperti Tranexamic Acid, Glutathione, Vitamin C, Niacinamide, serta Hyaluronic Acid untuk membantu menjaga kesehatan dan hidrasi kulit.

Dalam sesi ilmiah yang berlangsung selama symposium, para peserta diajak memahami faktor-faktor yang memengaruhi munculnya pigmentasi, pentingnya menjaga fungsi skin barrier, hingga perkembangan pendekatan estetika modern yang kini semakin mengedepankan personalisasi berbasis sains.
Dr. Sabrina Shah-Desai menekankan bahwa keberhasilan penanganan pigmentasi tidak dapat dicapai hanya dengan berfokus pada satu masalah kulit semata.
Menurutnya, pemahaman menyeluruh terhadap kondisi kulit pasien menjadi faktor penting dalam menentukan hasil perawatan yang optimal.
"Pemahaman terhadap kondisi kulit secara utuh menjadi kunci dalam menghasilkan hasil yang lebih konsisten dan berkelanjutan," papar Dr. Sabrina Shah-Desai.
Pandangan serupa juga disampaikan Dr. Kim Sang Yup. Ia menilai bahwa ekspektasi pasien saat ini telah berubah signifikan. Jika dahulu banyak pasien berorientasi pada hasil yang cepat terlihat, kini mereka lebih mengutamakan kesehatan kulit dan tampilan yang natural.
"Pasien saat ini menginginkan hasil yang terlihat natural dengan kualitas kulit yang lebih sehat. Karena itu, fokus terhadap skin quality menjadi salah satu aspek penting dalam praktik estetika modern," jelas Dr. Kim Sang Yup.
Baca Juga: Dokter Estetika: Perawatan Kolagen Sejak Muda Ibarat Menabung untuk Masa Depan Kulit
Selain memperkenalkan inovasi terbaru di bidang skin quality, Lorient Summit juga menjadi sarana edukasi bagi para dokter terkait perkembangan produk estetika modern, termasuk penggunaan filler yang aman dan berbasis bukti ilmiah.
Aesthetic Medicine Expert sekaligus Founder Privee Clinic, dr. Almond Wibowo, M.Biomed (AAM), menjelaskan bahwa masih banyak kesalahpahaman mengenai filler yang beredar di masyarakat, bahkan di kalangan tenaga medis.
Menurutnya, berbagai stigma negatif yang berkembang sering kali bukan disebabkan oleh tindakan filler itu sendiri, melainkan oleh kualitas produk atau teknik penyuntikan yang kurang tepat.
"Banyak orang bilang filler bikin muka jadi gendut, bikin muka aneh, atau semakin lama semakin besar. Padahal sering kali masalahnya bukan pada tindakan fillernya, tetapi kualitas produk yang digunakan atau teknik penyuntikannya," kata dr. Almond.

dr. Almond Wibowo pun memaparkan bahwa filler dengan kualitas rendah cenderung lebih mudah bergeser dan mengalami pembengkakan berlebihan setelah disuntikkan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kontur wajah menjadi tidak rata dan menghasilkan tampilan yang kurang natural.
Karena itu, menurut dr. Almond, Lorient terus melakukan berbagai penelitian dan uji klinis untuk memastikan produknya mampu bertahan pada area injeksi tanpa mengalami ekspansi berlebihan.
Sementara itu, Dokter Aesthetic dan Anti-Aging sekaligus Founder Profira Clinic, dr. Fifin Marini, M. Biomed (AAM)., menyoroti perubahan perilaku pasien yang semakin aktif mencari informasi mengenai perawatan estetika sebelum berkonsultasi dengan dokter. Fenomena ini turut memengaruhi tren tindakan yang paling banyak diminati saat ini.
Ia pun berharap, forum edukasi seperti Lorient Summit dapat terus menjadi wadah pertukaran ilmu antara para praktisi, industri, dan akademisi agar perkembangan teknologi estetika dapat diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga medis.
"Harapannya, kita bisa menyediakan layanan, produk, maupun kemampuan dokter yang sejalan dengan kemajuan teknologi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik," pungkas dr. Fifin.
Nah Growthmates, melalui peluncuran Lorient Element dan penyelenggaraan Lorient Summit Symposium, Haju Medical menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi sekaligus edukasi berstandar internasional bagi para praktisi estetika di Indonesia.
Kolaborasi dengan para ahli dari berbagai negara ini diharapkan dapat mendorong perkembangan industri estetika yang semakin mengedepankan kualitas, keamanan, dan pendekatan berbasis evidence-based medicine.
Baca Juga: Tren Estetika Medis Naik Daun, Primaya Evasari Luncurkan BIRU Aesthetic Center