Pendakwah kondang yang juga menjadi pimpinan Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab turut menyoroti kerusuhan demo 27 Agustus yang berujung tewasnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Menurut Habib Rizieq, pemerintah tak bisa berdiam diri atas kerusuhan tersebut, apalagi keonaran yang terjadi disebut-sebut melibatkan beberapa organisasi kemasyarakatan seperti Grib Jaya.
"Meminta kepada Bapak Presiden, begitu juga menteri-menteri yang terkait, organisasi preman tersebut bubarkan," kata Habib Rizieq dilansir Senin (31/8/2026).
Menurut Habib Rizieq, ormas yang kerap terlibat aktivitas premanisme memang selayaknya dibubarkan, alih-alih membantu masyarakat, ormas seperti ini kata dia justru kerap bikin onar yang meresahkan masyarakat.
"Dia hanya mengganggu ketenangan masyarakat, betul? Setuju tidak? Pimpinan premannya tangkap, jebloskan ke penjara!" ujar Rizieq.
Habib Rizieq kembali menegaskan supaya pemerintah berani membubarkan ormas preman, pemerintah tak boleh gentar meringkus pemimpin ormas seperti ini.
"Jangan kalau nangkap kiai cepat, nangkap ustadz cepat, nangkap habib cepat, nangkap santri cepat, nangkap preman takut!" cetusnya.
Menutup pernyataannya, Habib Rizieq menyerukan kepada seluruh jemaah dan masyarakat luas untuk berani bersuara dan tidak takut menghadapi tindakan ketidakadilan maupun intimidasi di lapangan.
Baca Juga: Markas Hercules Cs Kebakaran di Tengah Isu Keterlibatan Grib Jaya dalam Kerusuhan Demo 27 Agustus
"Ayo semua saya mau tanya, siap lawan preman? Siap lawan preman? Siap usir preman? Takbir!" pungkasnya.