Dalam kesempatan yang sama, Chef Gokuniku, Andhika, memaparkan bahwa Gokuniku menghadirkan sekitar lima pilihan daging dengan karakter yang berbeda.
Pilihan tersebut memungkinkan setiap konsumen menentukan jenis daging sesuai dengan selera, mulai dari yang memiliki marbling ringan hingga varian premium dengan marbling lebih tinggi.
“Yang paling the best itu Hida. Kalau best seller, Togarashi karena warnanya cerah dan eye catching,” tukas Chef Andhika, saat sesi live cooking.
Dijelaskannya, beragam pilihan daging tersebut dapat dinikmati dalam sejumlah sajian, termasuk shabu-shabu dan sukiyaki.

Menariknya, kata dia, proses memasak dapat dilakukan langsung di hadapan tamu sehingga pengalaman bersantap terasa lebih interaktif.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Spicy Tomato Sukiyaki. Chef Andhika mengatakan, menu ini menawarkan perpaduan cita rasa tomat dan kuah sukiyaki yang menghasilkan sensasi manis, gurih, segar, sekaligus pedas.
“Bahan-bahan Spicy Tomato semuanya homemade. Karakternya gurih dan sweet, perpaduan antara tomat dan sukiyaki,” jelasnya.
Tak hanya Spicy Tomato Sukiyaki, Gokuniku juga menawarkan beragam pilihan hidangan lain, seperti chicken karaage, chicken teriyaki, sukiyaki, hingga Blue Steak yang menggunakan daging premium Oshu dan sirloin.

Dan, di luar pengalaman kuliner, Gokuniku juga menonjolkan konsep multiple VIP Rooms yang dilengkapi fasilitas karaoke.
Ruang privat tersebut dapat digunakan untuk private dining, family gathering, business meeting, corporate dinner, hingga berbagai perayaan.
Salah satu ruang di lantai empat bahkan memiliki kapasitas hingga sekitar 30 orang. Fasilitas ini memberikan pilihan bagi pelanggan yang membutuhkan tempat untuk berkumpul dalam suasana lebih privat dan personal.
Michael pun menjelaskan, konsep ruang privat menjadi bagian dari upaya Gokuniku memberikan pengalaman yang lebih lengkap kepada konsumen, terutama karena kebutuhan ruang eksklusif untuk makan bersama keluarga, teman, maupun kolega cukup tinggi.
Gokuniku sendiri telah beroperasi sebelum menggelar Grand Opening. Menurut Michael, restoran tersebut mulai dibuka sejak periode Lebaran dan secara bertahap mulai membangun basis pelanggan, termasuk pelanggan yang menggunakan ruang VIP.
Untuk tahap awal, Gokuniku belum menetapkan target omzet tertentu. Michael memilih fokus memperkenalkan produk dan membangun loyalitas pelanggan melalui pengalaman bersantap yang diberikan.
Ke depan, lanjut Michael, Gokuniku juga belum terburu-buru melakukan ekspansi. Fokus utama saat ini adalah memastikan restoran di Senopati dapat berkembang dan mendapatkan respons positif dari konsumen.
"Kalau ke depan sih saya berharap yang makan, yang mau cobain tomato sukiyaki ini jadi suka aja sih. Karena jujur untuk sukiyakinya menurut saya rasanya udah bisa lah diterima. Enak, segar, pedas," tutup Michael.
Baca Juga: 7 Restoran Tertua di Dunia yang Masih Beroperasi, Ada yang Berdiri Sejak Tahun 803