Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan melontarkan kritik keras kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Dia menyebut Gibran adalah simbol kerusakan moral bangsa.
Kritik ini disampaikan merespons gugatan Denny Indrayana Cs di Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyoal proses pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 yang diduga cacat prosedur.
Baca Juga: Siap-siap! Gibran Bakal Lengser di Awal Oktober 2026
Menurut Syahganda, gugatan yang dilayangkan Denny Indrayana bersama 11 pemohon lainnya itu bukan sekadar persoalan hukum, namun ini menjadi momentum untuk membenahi moral bangsa yang berantakan karena kehadiran putra sulung Joko Widodo (Jokowi) itu.
“Gibran ini simbol daripada kerusakan bangsa dari segi moral dan etika, maka Gibran ini memang harus selesai di dua tahun ini,” kata Syahganda di saluran Youtube Bambang Widjojanto dilansir , Jumat (25/9/2026).
Ditinjau dari rekam jejaknya, Gibran kata Syahganda memang sangat tidak pantas menjadi wakil presiden, dibanding dengan wapres-wapres sebelumnya yang diisi oleh nama-nama besar seperti BJ Habibie, Jusuf Kalla atau Adam Malik yang tersohor itu, Gibran jelas tidak ada apa-apanya. Menurutnya Gibran sama sekali tak punya kompetensi untuk duduk di kursi RI II.
“Gibran ini memang tidak pantas jadi wapres. Kita pernah punya wapres namanya Adam Malik, PBB semua orang tepuk tangan ketika dia berpidato. Lalu kita punya wapres Habibie yang bisa membuat pesawat terbang, kita punya wapres Yusuf Kalla, kita punya wapres Boediono. Tiba-tiba bocil muncul. Dia ngerusak sistem saraf kita sebagai orang-orang normal di bangsa ini. Nggak ada kompetensinya,” tegasnya.
Syahganda menegaskan, jangankan menjadi wakil presiden, menjadi wali kota saja Gibran tidak pantas. Dia bahkan menyebut jabatan paling pas buat Gibran saat ini hanya di level kecamatan, atau bahkan lebih rendah dari itu.
“Harusnya ini orang jadi camat dulu. Jadi wali kota pun nggak pantas,” tegasnya.
Menurutnya, kritik tersebut bukan ditujukan sebagai persoalan personal, melainkan bagian dari pandangannya mengenai pentingnya penataan kembali politik Indonesia berdasarkan landasan moral.
Baca Juga: Gibran Mau Dipecat, Bapaknya Pasang Badan, Kata-katanya Buat Denny Indrayana Cs Jelas Banget!
“Bukan saya membenci orang sebagai masukan personal. Indonesia harus disusun ulang berdasarkan landasan moral politik,” pungkasnya.