Peluncuran pameran turut diwarnai dialog interaktif bersama Intan Kirana Wianta, istri mendiang Made Wianta, bersama kedua putri mereka, Buratwangi dan Sanjiwani.
Intan Wianta dikenal sebagai sosok pendukung utama perjalanan seni sang maestro sekaligus akademisi di Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
Acara pembukaan semakin hidup melalui pertunjukan tari kontemporer karya koreografer Bali, Ayu Anantha, pendiri Kerta Art Studio.
Terinspirasi dari Mandala, pertunjukan tersebut menerjemahkan karya visual Wianta ke dalam dialog tubuh dan gerak, menghubungkan tradisi dan evolusi seni modern melalui konsep Sangkara.
General Manager The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet, menegaskan pentingnya menghadirkan seni Indonesia dalam pengalaman para tamu hotel.
“Kami merasa sangat terhormat dapat menampilkan karya warisan Bapak Made Wianta, terlebih karena ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kariernya yang panjang, seri Mandala secara lengkap dapat dipresentasikan kepada publik,” tutur Vincent Guironnet.
Menegaskan komitmen hotel dalam mengangkat kekayaan budaya Indonesia ke panggung internasional, Vincent pun menilai pameran ini sebagai langkah penting dalam menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi para tamu, sekaligus memperluas apresiasi terhadap seni Tanah Air di lingkungan perhotelan kelas dunia.
“Di The Apurva Kempinski Bali, pelestarian budaya sudah menjadi bagian dari jati diri kami. Seiring semakin banyaknya wisatawan mancanegara yang cerdas, kami percaya bahwa memperkenalkan dan mengintegrasikan warisan seni Indonesia ke dalam pengalaman para tamu adalah tanggung jawab kami. Pameran ini merupakan pencapaian bersejarah, yang membuka kesempatan para tamu untuk menikmati keahlian seni Indonesia yang belum pernah dihadirkan di hotel mana pun," sambungnya.
Sebagai informasi, pameran Gallery of Art: Wianta & Legacy kini dapat dikunjungi publik di Pendopo Lobby The Apurva Kempinski Bali, menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan secara utuh warisan salah satu maestro terbesar seni rupa Indonesia.
Bagi pecinta seni, pameran ini bukan sekadar tontonan visual, melainkan perjalanan memahami harmoni budaya, spiritualitas, dan modernitas melalui karya Made Wianta.
Baca Juga: The Apurva Kempinski Bali Hadirkan Mahakarya Musik dari Maestro Indra Lesmana, Seperti Apa?