Selain membangun infrastruktur, Amazon juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang AI dan cloud. Sejak 2017, perusahaan tersebut mengklaim telah melatih sekitar 2,7 juta orang di Asia Tenggara dalam keterampilan cloud yang menjadi fondasi penting bagi adopsi AI.

“Pelatihan dan peningkatan keterampilan di bidang AI dan cloud merupakan pendorong utama, dan di sinilah masih banyak negara yang perlu berinvestasi lebih besar,” kata Zapolsky.

“Sejak 2017, kami telah melatih 2,7 juta orang di seluruh Asia Tenggara, tetapi percepatan ini perlu ditingkatkan lebih jauh. Amazon berkomitmen untuk memperluas jangkauan ini, dan kami menyambut baik kemitraan dengan setiap pemerintah untuk menetapkan target nasional yang ambisius,” tambahnya.

Salah satu program unggulan Amazon adalah AI Spring yang mendukung strategi AI nasional Singapura sekaligus memperluas pendidikan AI di Indonesia.

Di Jawa Barat, Amazon bahkan berkolaborasi dengan siswa dan guru dari 21 sekolah menengah atas dalam pelatihan AI generatif berbasis praktik langsung.

Program tersebut berhasil mencatatkan rekor dunia GUINNESS WORLD RECORDS® setelah lebih dari 2.600 peserta menciptakan 10.821 aplikasi AI generatif unik dalam satu hari.

Amazon juga memperluas dampaknya melalui teknologi satelit orbit rendah bernama Amazon Leo yang dirancang untuk menghadirkan konektivitas internet di wilayah terpencil Asia Tenggara.

Teknologi ini diharapkan mampu mendukung layanan telemedicine, pembayaran digital, hingga pembelajaran jarak jauh di daerah yang selama ini sulit dijangkau jaringan internet konvensional.

Di sisi lain, Amazon turut membantu pelaku usaha kecil dan menengah di Asia Tenggara menjangkau pasar global melalui program Amazon Global Selling. Ribuan UKM di kawasan kini dapat memasarkan produknya ke lebih dari 200 negara dan wilayah melalui platform Amazon.

Tak hanya bisnis, Amazon juga memperluas eksposur industri kreatif Asia Tenggara lewat layanan Prime Video. Baru-baru ini, Prime Video meluncurkan tujuh Amazon Original lokal dari Filipina yang akan tayang di lebih dari 240 negara dan wilayah, membuka peluang lebih besar bagi talenta kreatif Asia Tenggara untuk dikenal secara global.

Komitmen Amazon juga mencakup isu keberlanjutan. Di Singapura, seluruh pusat data Amazon telah menggunakan NEWater, yaitu air daur ulang berkualitas tinggi khas negara tersebut.

Sementara di Indonesia, Amazon bekerja sama dengan PT PLN dalam kesepakatan tarif hijau pertama di Indonesia dengan kapasitas 210 megawatt untuk mendukung penggunaan energi terbarukan.

Di Jawa Barat, Amazon menggandeng Habitat for Humanity dalam pembangunan fasilitas air bersih yang telah memberikan manfaat bagi 1.394 rumah tangga. Program tersebut ditargetkan mampu mengembalikan sekitar 200 juta liter air per tahun kepada masyarakat.

Zapolsky menilai masa depan AI di Asia Tenggara harus dibangun di atas prinsip keterbukaan dan kontrol penuh pengguna terhadap data mereka.

“Kedaulatan memiliki arti yang berbeda di setiap negara. Bagi kami, hal ini bergantung pada teknologi dan kontrol operasional, bukan pada kewarganegaraan penyedia layanan. Anda yang menentukan di mana data Anda berada, siapa yang dapat mengaksesnya, dan model mana yang digunakan,” jelasnya.

“Cloud Amazon dirancang dengan prinsip sovereign-by-design dan tertanam di setiap lapisan stack AI kami, sehingga pelanggan memiliki pilihan penuh atas komputasi, model, dan aplikasi. Ketika Anda memiliki kendali dan pilihan, Anda dapat meningkatkan kepercayaan dan mempercepat adopsi. Itulah cara kedaulatan dan keterbukaan dapat berjalan bersama,” tutup Zapolsky.

Baca Juga: Kala Armand Hartono Belajar dari Pertumbuhan Eksponensial Amazon