‎Para pedagang dari berbagai kota hadir langsung untuk menyajikan hidangan sekaligus berbagi kisah di balik perjalanan usaha mereka. Salah satunya adalah Bakso Mas Agung Wonogiri, yang menjadi bagian dari deretan pelaku usaha yang meramaikan festival tahun ini.

‎Bakso sendiri telah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia selama puluhan tahun. Setiap mangkuk bakso bukan hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga merepresentasikan perjalanan panjang para pelaku usaha dalam menjaga kualitas, konsistensi, dan kepercayaan pelanggan.

‎Keberagaman kuliner bakso juga sejalan dengan pertumbuhan industri kuliner nasional. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, subsektor kuliner menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia dengan kontribusi sekitar 41,06 persen.

‎Sebagai perusahaan bumbu makanan yang telah hadir lebih dari 50 tahun di Indonesia, Sasa menyatakan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan kuliner Tanah Air melalui produk yang membantu menjaga cita rasa tetap lezat dan konsisten. 

‎Salah satu produk yang telah lama digunakan para pelaku usaha adalah Sasa MSG, yang membantu memperkuat rasa gurih sekaligus menjaga konsistensi kelezatan setiap sajian bakso. Dari sinilah lahir slogan yang telah dikenal luas masyarakat, 'Bakso Lezat Pasti Pakai Sasa MSG'.

‎Penyelenggaraan Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 juga menjadi bukti semakin besarnya antusiasme masyarakat terhadap kuliner bakso.

‎Jika tahun lalu hanya menghadirkan 25 pedagang, kini jumlahnya meningkat menjadi 50 pedagang, sehingga pengunjung memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati aneka bakso khas dari berbagai daerah dalam satu lokasi.

‎Lebih dari sekadar festival kuliner, Sasa Bakso Vaganza 2026 menjadi wadah yang mempertemukan tradisi, inovasi, dan semangat para pelaku UMKM kuliner Indonesia. 

‎Melalui festival ini, masyarakat dapat menjelajahi ragam cita rasa bakso Nusantara sekaligus mengenal kisah di balik para pelaku usaha yang terus menjaga warisan kuliner Indonesia agar tetap hidup dan berkembang. Tahun ini, festival menargetkan kehadiran 14.000 pengunjung, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Baca Juga: Sasa Santan Sajikan 1.447 Porsi Opor dalam Program OPORasi