Lewat Sustainability Report untuk tahun fiskal 2024/25, Ferrero Group berhasil mencapai tingkat ketertelusuran bahan baku yang tinggi. Kakao mencapai 98% hingga peta poligon lahan pertanian, minyak sawit mencapai 98,6% hingga tingkat perkebunan, hazelnut mencapai 97% hingga tingkat petani, dan biji kopi mencapai 100% hingga peta poligon perkebunan.
Sementara itu, hampir 230.000 poligon rantai pasok dari pemasok kopi, minyak sawit, dan kakao dianalisis melalui proses pemantauan Ferrero yang selaras dengan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Sebanyak 99% volume kakao diperoleh melalui skema sertifikasi atau standar independen seperti Rainforest Alliance, Cocoa Horizons, dan Fairtrade; 100% volume minyak sawit telah tersertifikasi RSPO; serta 100% biji kopi telah memperoleh sertifikasi Rainforest Alliance melalui model rantai pasok terpisah (segregated supply chain model).
Baca Juga: Maybank Indonesia Gelar Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026
"Keberhasilan jangka panjang Ferrero selalu berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan ekosistem yang menjadi fondasi rantai pasok kami. Berlandaskan tujuan dan visi jangka panjang kami, Ferrero akan terus mendukung berbagai inisiatif untuk melindungi sumber daya alam, mendukung karyawan, komunitas, dan mitra, serta menghadirkan produk yang dapat dinikmati konsumen dari generasi ke generasi," ujar Giovanni Ferrero, President of Ferrero Group, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Bertepatan dengan perayaan 80 tahun Ferrero, Sustainability Report ini menyoroti bagaimana inisiatif keberlanjutan telah terintegrasi di seluruh lini bisnis perusahaan untuk mendukung sistem pangan yang lebih berkelanjutan secara menyeluruh, mulai dari lahan pertanian dan komunitas tempat bahan baku diperoleh, hingga fasilitas produksi, produk, dan sumber daya manusia. Berakar dari filosofi Ferrero yang telah lama diterapkan, sacco conosciuto atau "knowing what is in the bag", Ferrero Farming Values dibangun berdasarkan lima elemen utama, yaitu supplier due diligence, ketertelusuran dan visibilitas rantai pasok, sertifikasi dan standar, praktik pertanian dan komunitas, serta transformasi sektor melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan sistemik.
Selain pencapaian tingginya ketelusuran untuk kakao, minyak sawit, hazelnut, dan kopi, berikut beberapa capaian penting lainnya yang berhasil dicatatkan oleh Ferrero Group:
- Meluncurkan Decarbonization Hub, sebuah alat baru yang membantu fasilitas produksi merancang dan menerapkan peta jalan dekarbonisasi yang dapat diperluas di seluruh operasional;
- Meluncurkan kampanye pengumpulan data emisi Scope 3 dari pemasok yang mencakup sekitar 60% volume bahan baku dengan tingkat partisipasi pemasok mencapai 93%;
- Emisi gas rumah kaca Scope 1 dan Scope 2 berhasil dikurangi sebesar 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya, didukung oleh upaya transisi energi berkelanjutan, termasuk 24 fasilitas produksi yang kini menggunakan 100% listrik terbarukan dari jaringan listrik;
- Menyelesaikan penilaian pertama Water Corporate Footprint di seluruh grup serta bergabung dengan Alliance for Water Stewardship;
- Sebanyak 92,9% dari keseluruhan kemasan telah dirancang agar dapat didaur ulang, digunakan kembali, atau dikomposkan, sementara 86,8% kemasan telah dapat didaur ulang, digunakan kembali, atau dikomposkan dalam praktik dan pada skala yang memadai;
- Redesain kemasan Ferrero Rocher berhasil berkontribusi pada penurunan rasio plastik terhadap produk terhadap produk sebesar 14,7% dibandingkan baseline 2019/20, sehingga secara kumulatif menghindari penggunaan sekitar 16.000 ton plastik sejak September 2021.