Mengoptimalkan Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Perdagangan Digital

AI akan semakin memengaruhi perdagangan digital dengan membantu bisnis bekerja lebih cepat dan mengambil keputusan secara lebih terarah. Google mencatat bahwa pemerataan adopsi AI pada usaha kecil hingga setara dengan perusahaan besar berpotensi membuka nilai ekonomi hingga Rp910 triliun, menunjukkan besarnya peran teknologi ini dalam mendukung produktivitas dan inovasi. 

Potensi ini mulai terlihat dalam penerapan di tingkat operasional. Pengukuran internal SIRCLO menunjukkan bahwa pemanfaatan AI pada sejumlah workflow mampu menghemat waktu penyelesaian hingga 84,2% pada aktivitas mingguan operasional e-commerce, seperti pembaruan stok, pemantauan pesanan, persiapan promosi, dan pembaharuan informasi produk di berbagai marketplace. Efisiensi pada pekerjaan berulang ini memberi ruang bagi tim untuk lebih fokus pada analisis performa, optimasi commerce, dan pengambilan keputusan yang mendukung pertumbuhan.

Baca Juga: Laporan East Ventures Tunjukkan Peran Infrastruktur Digital sebagai Penggerak Daya Saing

Dalam tingkat yang lebih strategis, teknologi ini juga dapat mempercepat analisis data untuk membaca pola performa, mengidentifikasi akar permasalahan, serta memberikan rekomendasi tindakan. Sementara itu, generative AI memungkinkan brand memproduksi dan menguji lebih banyak variasi konten dalam waktu yang lebih singkat sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih singkat. Pada akhirnya, AI dapat memperkuat kapabilitas manusia ketika didukung oleh kesiapan data, proses bisnis, dan tata kelola yang memadai. 

Memperkuat Kolaborasi Ekosistem Menuju 2030

Pertumbuhan perdagangan digital kini semakin ditopang oleh keterhubungan antar pelaku dalam ekosistem. Perjalanan dari penemuan produk hingga transaksi dan pemenuhan pesanan melibatkan brand, platform digital, kreator, affiliate, enabler, distributor, logistik, dan mitra fulfillment dengan fungsi yang semakin saling terkait.

Di saat yang sama, pemerintah dan regulator turut membentuk kondisi yang mendukung pertumbuhan melalui kepastian kebijakan, perlindungan konsumen, dan persaingan yang sehat. Sinergi antara inovasi bisnis, kesiapan operasional, dan dukungan regulasi menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi perdagangan digital Indonesia ke depan.

“Potensi e-commerce Indonesia masih terbuka luas, tetapi cara kita menciptakan nilai akan terus berkembang seiring perubahan perilaku konsumen, teknologi, kanal, dan model bisnis. Karena itu, SIRCLO berkomitmen akan terus beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi untuk mendukung perdagangan digital yang lebih relevan, terintegrasi, serta berkelanjutan menuju 2030,” tutup Brian.