Kualitas tidur menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun, tanpa disadari, makanan dan minuman yang dikonsumsi menjelang waktu tidur dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas istirahat seseorang lho, Growthmates!

Beberapa jenis makanan diketahui dapat membuat tubuh lebih sulit beristirahat, mulai dari makanan yang mengandung kafein hingga hidangan tinggi lemak dan bercita rasa pedas. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, makanan tersebut berpotensi memicu gangguan pencernaan, meningkatkan kewaspadaan, hingga membuat seseorang sulit terlelap.

Oleh karena itu, memperhatikan asupan makanan pada malam hari menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kualitas tidur dan mengurangi risiko insomnia. Merangkum dari berbagai sumber pada Senin (02/11/2026), berikut jenis makanan yang patut dihindari saat malam hari:

1. Makanan dan minuman berkafein

Kopi menjadi salah satu minuman yang sebaiknya dihindari menjelang waktu tidur karena mengandung kafein. Zat stimulan ini bekerja dengan meningkatkan aktivitas sistem saraf sehingga seseorang bisa merasa lebih terjaga dan sulit mengantuk.

Selain kopi, kafein juga ditemukan dalam teh, minuman bersoda, minuman energi, serta cokelat. Efek kafein bahkan dapat bertahan selama beberapa jam di dalam tubuh. Karena itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan dan minuman berkafein, terutama pada sore hingga malam hari.

2. Makanan pedas

Makanan pedas seperti sambal, seblak, mi pedas, dan berbagai hidangan bercabai juga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur. Kandungan capsaicin dalam cabai dapat memengaruhi suhu tubuh, sementara makanan pedas juga berpotensi memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti mulas dan sensasi panas di dada akibat naiknya asam lambung. Akibatnya, seseorang bisa kesulitan mendapatkan tidur yang nyenyak.

Baca Juga: Atasi Insomnia dan Overthinking, Ini Alasan Mengapa Suplemen Magnesium Bikin Tidur Makin Pulas

3. Makanan tinggi lemak

Gorengan, makanan cepat saji, daging berlemak, dan hidangan bersantan merupakan beberapa contoh makanan tinggi lemak yang sebaiknya dibatasi pada malam hari.

Makanan dengan kandungan lemak tinggi cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar menjelang tidur, makanan tersebut dapat memicu gangguan pencernaan dan membuat tubuh merasa tidak nyaman ketika berbaring.

Karena itu, sebaiknya hindari makan berat terlalu dekat dengan waktu tidur agar tubuh memiliki waktu untuk mencerna makanan dengan lebih baik.

4. Makanan dan minuman tinggi gula

Mengonsumsi makanan manis seperti kue, permen, es krim, serta minuman dengan tambahan gula secara berlebihan pada malam hari juga dapat memengaruhi kualitas tidur.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi makanan tinggi gula berkaitan dengan kualitas tidur yang kurang baik. Seseorang dapat mengalami tidur yang lebih ringan dan lebih sering terbangun pada malam hari.

Oleh karena itu, membatasi camilan manis menjelang tidur bisa menjadi salah satu langkah untuk menjaga kualitas istirahat.

Baca Juga: Ini 3 Metode Meditasi untuk Atasi Insomnia dan Tingkatkan Kualitas Tidur

5. Cokelat

Meski sering dijadikan camilan, cokelat ternyata termasuk makanan yang perlu diperhatikan konsumsinya pada malam hari. Terutama cokelat hitam yang memiliki kandungan kakao lebih tinggi dan mengandung kafein.

Kedua senyawa tersebut memiliki efek stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan. Jika dikonsumsi menjelang tidur, sebagian orang mungkin akan lebih sulit merasa mengantuk.

Karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi cokelat dalam jumlah berlebihan ketika mendekati waktu istirahat.

6. Makanan dalam porsi besar

Bukan hanya jenis makanan, jumlah makanan yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Mengonsumsi makanan dalam porsi besar menjelang tidur dapat membuat sistem pencernaan tetap bekerja ketika tubuh seharusnya mulai beristirahat.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan perut terasa penuh, kembung, hingga gangguan pencernaan lainnya. Kebiasaan tersebut juga dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung, terutama jika seseorang langsung berbaring setelah makan.

Untuk menghindarinya, usahakan memberikan jeda beberapa jam antara makan malam dan waktu tidur.

Baca Juga: Susah Tidur? Coba Konsumsi 5 Buah Ini untuk Atasi Insomnia

7. Minuman beralkohol

Minuman beralkohol juga sebaiknya dihindari sebelum tidur. Meski dapat menimbulkan rasa kantuk dan membuat seseorang lebih cepat terlelap, alkohol justru berpotensi mengganggu kualitas tidur.

Konsumsi alkohol dapat menyebabkan seseorang lebih sering terbangun pada malam hari dan mengurangi kualitas istirahat. Akibatnya, tubuh mungkin tetap terasa lelah meskipun sudah tidur selama beberapa jam. Karena itu, alkohol bukan pilihan yang tepat untuk membantu mengatasi kesulitan tidur.

Menghindari sejumlah makanan dan minuman tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga kualitas tidur. Selain memperhatikan asupan pada malam hari, penting juga untuk membiasakan jadwal tidur yang teratur, menciptakan suasana kamar yang nyaman, serta mengurangi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur.

Perlu diketahui, insomnia tidak selalu disebabkan oleh makanan. Stres, kecemasan, kondisi kesehatan tertentu, hingga kebiasaan tidur yang kurang baik juga dapat menjadi faktor pemicunya.

Jika kesulitan tidur berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.