Ketua DPP PDIP Said Abdullah turut memberikan respons santai terkait hasil survei Poltracking Indonesia yang menempatkan elektabilitas Partai Gerindra di posisi teratas dengan 23,2%, dan partainya berada diurutan kedua dengan 11,6%.

Terkait itu, ia menilai hasil survei dapat berubah dalam wakktu singkat. "Dua minggu yang lalu surveinya selisihnya ada 2,21%. Gerindra 17%, 16,7% PDIP Perjuangan. Tiba-tiba 3 minggu kemudian PDIP Perjuangan tinggal 11%, Gerindra naik," ujarnya kwpada wartawan, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: Soal Capres Diusung Minimal Dua Fraksi, Ini Pengakuan Petinggi PDIP

"Entar minggu depan Gerindra 27% PDIP 8%. Empat bulan lagi terus-menerus dimainkan surveinya. Ya biasalah yang kayak gitu. Enggak usah kaget kita," sambugnnya.

Baca Juga: Jokowi Tak Gentar Ambang Batas 5 Persen: Mau 6, 7, 8 Oke!

Baca Juga: Full Diendorese Jokowi, PSI Tak Gentar Ambang Batas Parlemen 5 Persen!

Lebih lanjut, ia mengatakan jika saat ini partainya tengah memfokuskan diri menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 mendatang.

"Yang terpenting bagi PDIP Perjuangan terus, jangan apa ya, jangan lengah kita berjuang dan insyaallah kita akan menang. Merdeka. Gitu aja lah kok," ujarnya.

Sementara diketahui, Poltracking Indonesia merilis hasil survei nasional yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 mengenai peta elektoral dan dinamika partai politik, dengan metode stratified multistage random sampling terhadap 1.220 responden di 38 provinsi.

Adapun, dalam simulasi tersebut, Gerindra memperoleh elektabilitas 23,2%, PDIP 11,6%, Golkar 10,4%. PKB 6,2%, Demokrat 6,1%, Nasdem 4,4%, PAN 3,4%, dan PKS 3,3%.