Menurut Dokter Tirta, orang tua perlu mengambil tindakan tegas ketika anak melakukan kekerasan, sekaligus memberikan pemahaman mengenai dampak perilakunya terhadap orang lain.
Pendekatan tersebut penting agar anak belajar bertanggung jawab dan memahami bahwa perundungan bukanlah perilaku yang bisa dibenarkan.
Ia pun menegaskan bahwa kebiasaan membenarkan tindakan anak yang menyakiti orang lain dapat membuat anak merasa aman untuk mengulangi perbuatannya.
Karena itu, orang tua perlu mengevaluasi pola pengasuhan apabila anak menunjukkan kecenderungan melakukan kekerasan terhadap teman sebaya.
“Kalau misalnya anak Anda yang menjadi pelaku bullying, Anda lindungi, nanti dia defense mechanism-nya, ‘Aman ya, jebul ngamplangi wong, aman loh aku.’ Sampai besar akan tumbuh menjadi pembuli juga,” ujar Dokter Tirta.
Selain menekankan tanggung jawab orang tua, Dokter Tirta juga menyinggung pentingnya mengarahkan anak yang menyukai perkelahian atau aktivitas fisik ke kegiatan yang lebih terstruktur.
Anak dapat diperkenalkan pada olahraga bela diri, misalnya, dengan pendampingan yang tepat agar mampu memahami disiplin, mengendalikan emosi, dan menggunakan kekuatan fisiknya secara bertanggung jawab.
“Yang dididik itu adalah Anda juga sebagai orang tua, perbaiki cara parenting-nya,” tandasnya.
Baca Juga: Kasus Bullying di Sekolah Melonjak, Sistem Pendidiakan Harus Dievaluasi