Lebih lanjut, Dokter Tirta pun mengajak masyarakat membayangkan dampak yang dirasakan warga di wilayah terdampak asap dengan tingkat pencemaran udara yang jauh lebih tinggi, yang dalam pernyataannya disebut mencapai angka 500 hingga 600 ribu.

Kondisi tersebut, menurutnya, semestinya menjadi perhatian utama semua pihak, mengingat udara bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, Dokter Tirta turut mengkritik kecenderungan perdebatan di ruang publik yang justru bergeser menjadi konflik antarkelompok.

Kritik terhadap pemerintah, menurutnya, tidak semestinya langsung dikaitkan dengan sentimen politik atau anggapan sebagai kelompok yang sakit hati karena kalah dalam pemilihan umum.

“Dan kita ini lebih fokus saling horizontal. Dan digeser bahwa, kalian barisan sakit hati, kalian kalah pemilu. Mas, pemilu itu sudah 2024, nggak ada yang peduli lagi,” tuturnya.

Ia pun menegaskan, kritik yang disampaikan masyarakat saat ini seharusnya dipahami sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan publik, sekaligus pengingat bagi para pemegang kekuasaan untuk menjalankan tanggung jawabnya.

“Yang kita lakukan sekarang adalah, ini yang kritik. Ini mengkritik teman-teman yang lagi memegang kekuasaan, yang digaji atas setoran pajak rakyat,” tegas Dokter Tirta.

Kemudian, Dokter Tirta pun mengingatkan agar persoalan karhutla dan kualitas udara tidak terus-menerus ditarik ke dalam pertentangan politik yang tidak menyelesaikan masalah. Menurutnya, masyarakat membutuhkan langkah konkret, bukan perdebatan yang memperkeruh keadaan.

“Jadi ini bukan soal barisan sakit hati. Jangan membawa isu ini menjadi konflik horizontal,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Dokter Tirta mengungkapkan kejenuhan masyarakat menghadapi situasi yang berlarut-larut. Ia pun meminta pihak-pihak yang tidak memiliki solusi atau kontribusi konstruktif agar tidak memperkeruh suasana.

“Kita semua tuh sudah pusing ya. Jadi mending kalau kalian tidak bisa memberikan statement yang menenangkan, mending mingkem!,” pungkas Dokter Tirta.

Baca Juga: Karhutla Tak Kunjung Usai, Dokter Tirta Ingatkan Dampak Asap dan Pentingnya Kepedulian