Presiden RI Prabowo Subianto mengaku ada sejumlah pihak yang kerap mengkritik perjalanan dinasnya ke luar negeri, ia bahkan dituding peleserin ke negara lain.
Kepala Negara tak masalah dengan tudingan tersebut, namun ia memastikan perjalannya ke luar negeri bukan dalam rangka liburan atau bersenang-senang, ia keluar negeri untuk kepentingan yang jauh lebih besar yakni untuk membuka relasi baru demi mengamankan pasokan minyak.
Baca Juga: Kritik dan Pujian Mahfud MD Buat Prabowo, MBG hingga Kebijakan Spontan Presiden Disorot Tajam
"Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri, saudara-saudara, untuk amankan minyak ya gue harus ke mana-mana," kata Prabowo di hadapan seluruh anggota Kabinet Merah Putih dan pemimpin BUMN yang dikumpulkan di istana sebagaimana dilansir Kamis (9/4/2026).
Harus diakui Presiden Prabowo memang kerap melakukan lawatan ke luar negeri, terbaru ia terbang ke ke Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Prabowo mengatakan dalam lawatan luar negerinya ke Jepang, dia berhasil mendapatkan tujuan diplomasinya.
Prabowo juga menyebut ia akan segera ke luar negeri lagi demi kepentingan bangsa Indonesia.
"Nih aku mau berangkat lagi nih ke sebuah negara, nanti begitu aku berangkat kau tahu ke mana," katanya.
Prabowo menyampaikan menjadi presiden bukanlah pekerjaan yang 'enak'. Prabowo menyebut kini ia tidak lagi memiliki hari libur sejak menjadi presiden.
Dalam taklimat tersebut, Prabowo menyinggung soal kritik bertubi-tubi terhadap pemerintah seraya menganalogikannya dengan situasi sikap-sikap warga desa dalam gotong royong membangun jembatan. Pada kesempatan itu, dia juga menjelaskan kondisi Indonesia saat ini aman di tengah gejolak dunia, salah satunya akibat perang di Timur Tengah.
Dia menyebut pejuang Iran keras kepala untuk mempertahankan negaranya. Mulanya dia bercerita soal dirinya yang kadang disebut pengkritik keras kepala.
"Kalau kita dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada. 'Prabowo bodoh', saya waspada, 'kalau saya bodoh, artinya saya kumpulin orang pintar bantu saya" ujar Prabowo.
"...'Prabowo keras kepala', ya saya harus terima itu sebagai--coba pegang kepala saya, keras enggak," lanjutnya berseloroh.
Setelah itu dia kemudian menyinggung soal Iran yang saat ini sedang menghadapi Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Kadang-kadang, keras kepala dalam suatu kerjaan dibutuhkan sekarang. Orang katakan rakyat Iran keras kepala, pejuang keras kepala bolak balik diancam--Tapi saya tidak ikut politik dalam negeri orang lain," imbuhnya.
Dia juga lalu menyinggung soal pendiri bangsa Indonesia yang keras kepala melawan penjajahan bangsa asing.
Baca Juga: Rayu Investor Jepang Masuk Indonesia, Prabowo: Kalau Ada Keluhan Langsung Ngadu ke Saya
"Dulu pendiri bangsa kita keras kepala lebih baik mati daripada dijajah kembali," katanya.
"Merah Putih harga mati, enggak ada itu urusan," imbuhnya.
Oleh karena itu, Prabowo menekankan bahwa jajarannya harus menghadapi kritik dengan sikap tenang dan arif.
"Jadi saudara-saudara, kita sikapi dengan ketenangan, dengan kearifan tapi prinsip-prinsip kita pegang teguh yaitu prinsip bernegara, tidak ada negara tanpa hukum, tidak ada negara tanpa undang-undang dasar, tanpa konstitusi," kata Prabowo.
Taklimat adalah pertemuan atau rapat yang diadakan untuk menyampaikan informasi tentang isu atau situasi mutakhir.
Pada siang ini, terlihat para pejabat itu duduk rapi mendengarkan taklimat Prabowo. Mereka tampak seragam mengenakan busana putih, duduk mendengarkan taklimat Prabowo yang disampaikan di atas podium kenegaraan.