“Kalau udah ada kuat di dalam itu, itu bisa kita ke filosofi, ke politik, ke ekonomi, ke sejarah, ke sosial, semuanya bisa kepake,” katanya.

Pernyataan Dino tersebut mengingatkan bahwa esensi pendidikan tidak selalu terletak pada banyaknya informasi yang dihafal, melainkan pada kemampuan mengolah informasi, menyusun argumen, serta melihat persoalan secara kritis dan sistematis.

Logika pun dapat menjadi fondasi untuk belajar hal-hal baru, bahkan ketika seseorang sudah meninggalkan ruang kelas.

Selain membahas pentingnya keterampilan berpikir, Dino juga menyampaikan pandangannya tentang kebiasaan membaca buku di tempat umum. Menanggapi kekhawatiran bahwa seseorang bisa dianggap sekadar ingin terlihat pintar atau performative ketika membaca di depan orang lain, ia justru memberikan respons yang santai.

Menurut Dino, membaca buku tidak perlu menjadi sesuatu yang membuat seseorang merasa canggung atau takut dinilai orang lain. Sebaliknya, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari daya tarik seseorang.

“Justru baca buku biar orang bilang Anda tuh keren, dan unik, dan menarik gitu, ya kan? So, and to be honest, it's kinda sexy, right?,” pungkas Dino.

Baca Juga: Dino Patti Djalal Bicara Leadership: Pemimpin Harus Bisa Ambil Keputusan di Tengah Krisis