Growthmates, pendidikan bukan sekadar tentang seberapa banyak gelar yang berhasil diraih atau berapa banyak buku yang telah dibaca.
Ada keterampilan mendasar yang justru bisa terus digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari memahami politik dan ekonomi hingga mempelajari sejarah, filsafat, dan persoalan sosial.
Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengungkapkan, salah satu keterampilan paling penting yang ia peroleh selama menempuh pendidikan adalah kemampuan berpikir logis.
Menurutnya, tidak semua materi yang dipelajari di bangku pendidikan akan selalu digunakan dalam perjalanan hidup. Namun, logika menjadi bekal yang relevan untuk memahami berbagai bidang ilmu.
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia yang menjabat dari 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014 itumengaku telah menempuh pendidikan hingga jenjang S1, S2, dan S3 serta mengikuti banyak kelas. Meski begitu, ia menilai hanya sebagian dari materi tersebut yang benar-benar terus terpakai dalam kehidupannya.
“Many of them are rubbish, dalam arti saya gak pernah pake lagi dalam perjalanan hidup. The one I always use is class called logic,” tutur Dino, sebagaimana Olenka kutip dari Instagram @malakabooksid, Jumat (23/10/2026).
Dipaparkan Dino, kemampuan berpikir logis memiliki manfaat luas karena dapat diterapkan untuk memahami berbagai disiplin ilmu.
Ketika seseorang memiliki dasar logika yang kuat, ia akan lebih mudah mengembangkan pemahaman terhadap persoalan yang kompleks, baik dalam ranah filsafat, politik, ekonomi, sejarah, maupun sosial.
Baca Juga: Dino Patti Djalal: Isu Konspirasi Singapura untuk Jatuhkan Pasar Modal RI Tidak Realistis