Joko Widodo (Jokowi) akhirnya terang-terangan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, bukannya mendapat sorotan soal status keanggotaannya saja, aksi tersebut justru disambar sindiran pedas dari juru bicara DPP PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli.
Guntur menyoroti keputusan Jokowi memamerkan KTA PSI di tengah polemik dokumen pendidikan yang masih menjadi perhatian publik.
Dengan nada menyindir, Guntur bahkan memelesetkan kepanjangan PSI ketika ditanya mengenai aksi Jokowi tersebut.
“KTA PSI itu apa ya? Partai Sengketa Ijazah?” ujar Guntur Romli dikutip Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Gibran Diobok-obok Denny Cs, Orangnya Jokowi Ngomel-ngomel Gegara Parpol Pendukung Kompak Mingkem
Guntur menilai ada hal lain yang semestinya lebih dulu ditunjukkan Jokowi dibanding KTA partai. Menurut dia, permintaan untuk menunjukkan ijazah berkaitan dengan upaya meredakan polemik yang berkembang di ruang publik.
“Diminta menunjukkan ijazah agar tidak makin gaduh, kok malah menunjukkan KTA,” kata Guntur.
Tak berhenti di situ, Guntur juga meminta Jokowi menunjukkan ijazah S1 Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia turut menyeret nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pernyataannya.
“Sebaiknya Jokowi diminta menunjukkan ijazah S1 UGM-nya, dan Gibran menunjukkan ijazah SMA-nya,” tegas Guntur.
Jokowi Akhirnya Buka KTA PSI
Sebelumnya, Jokowi secara terbuka mengumumkan dirinya telah menjadi bagian dari PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi bahkan mengeluarkan dan menunjukkan KTA PSI miliknya di hadapan para kader. Ia mengatakan status keanggotaannya di PSI sebenarnya sudah berlangsung sejak 14 Oktober 2025.
“Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya,” ujar Jokowi dalam acara tersebut.
Jokowi juga membacakan identitas dan nomor keanggotaan yang tercantum pada KTA tersebut di hadapan peserta Rakorda.
Pengumuman itu sekaligus menjadi penegasan terbuka mengenai status politik Jokowi bersama PSI setelah sebelumnya keanggotaannya menjadi perhatian publik.
Di sisi lain, pernyataan Guntur kembali membawa polemik ijazah Jokowi ke tengah perbincangan setelah aksi mantan Presiden tersebut menunjukkan KTA PSI di hadapan kader partai.