6. Mengganggu Kesehatan Fisik

Dampak perfeksionisme tidak hanya dirasakan secara mental, tetapi juga fisik. Dalam beberapa kasus, dorongan untuk selalu “sempurna” membuat seseorang menerapkan pola hidup yang terlalu ketat.

Mereka bisa mengalami gangguan kesehatan, termasuk gangguan makan seperti orthorexia nervosa, yaitu obsesi terhadap pola makan yang dianggap sempurna. Ketika rutinitas tersebut tidak terpenuhi, muncul rasa cemas atau bahkan merasa gagal.

Kebutuhan akan kontrol yang tinggi ini juga dapat berkaitan dengan gangguan obsesif-kompulsif. Saat kontrol tersebut hilang, kondisi mental lainnya bisa ikut terpengaruh.

Meskipun sering dianggap sebagai sifat yang positif, perfeksionisme tetap memiliki sisi lain yang perlu diwaspadai. Langkah awal yang penting adalah menyadari bahwa tidak semua hal harus berjalan sempurna, dan itu tidak membuat seseorang menjadi kurang berharga.

Semoga bermanfaat.