1. Bill Gates

Pendiri Microsoft, Bill Gates, telah lama menyatakan bahwa anak-anaknya tidak akan menerima sebagian besar kekayaannya.

Menurut Gates, warisan yang terlalu besar justru dapat menghambat seseorang untuk membangun kesuksesannya sendiri. Karena itu, mayoritas kekayaannya dialokasikan untuk kegiatan filantropi melalui yayasan amal yang didirikannya.

Anak-anak Gates tetap mendapatkan jaminan hidup yang nyaman, tetapi tidak dalam jumlah yang membuat mereka kehilangan motivasi untuk berkarya dan bekerja keras.

2. Warren Buffett

Investor legendaris Warren Buffett juga dikenal memiliki pandangan yang sama soal warisan.

Ia pernah mengatakan bahwa anak-anaknya akan menerima cukup uang untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan, tetapi tidak terlalu banyak hingga membuat mereka tidak perlu melakukan apa pun.

Sebagian besar kekayaan Buffett direncanakan untuk disumbangkan ke berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Baginya, membangun jalan hidup sendiri jauh lebih berharga daripada hidup bergantung pada dana warisan dalam jumlah besar.

3. Mark Zuckerberg

CEO Meta, Mark Zuckerberg, bersama istrinya Priscilla Chan, pernah membuat komitmen besar dengan berjanji menyumbangkan sekitar 99 persen saham Facebook yang mereka miliki selama masa hidup mereka.

Melalui Chan Zuckerberg Initiative, kekayaan tersebut diarahkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, dan penelitian ilmiah.

Meski kedua putri mereka dipastikan hidup berkecukupan, Zuckerberg percaya bahwa menggunakan kekayaan untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat akan memberikan masa depan yang lebih baik daripada sekadar meninggalkan rekening bank bernilai fantastis.

4. Larry Ellison

Pendiri Oracle, Larry Ellison, memang dikenal gemar menikmati gaya hidup mewah. Namun, ketika berbicara soal warisan, ia memiliki pandangan yang cukup tegas.

Ellison percaya bahwa mewariskan kekayaan dalam jumlah sangat besar dapat mengurangi rasa pencapaian dan dorongan alami seseorang untuk sukses.

Karena itu, sebagian besar kekayaannya direncanakan untuk mendukung penelitian medis dan berbagai terobosan ilmiah yang diharapkan membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat.

5. MacKenzie Scott

MacKenzie Scott menjadi salah satu filantropis paling aktif setelah perceraiannya dengan pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Ia menandatangani Giving Pledge dan telah menyalurkan miliaran dolar kepada berbagai organisasi nirlaba, lembaga pendidikan, dan program keadilan sosial.

Scott meyakini bahwa akumulasi kekayaan antar generasi dalam jumlah besar bukanlah hal yang ideal. Ia ingin anak-anaknya membangun identitas dan pencapaian mereka sendiri.

Baginya, ukuran kesuksesan sejati bukanlah seberapa banyak kekayaan yang disimpan, melainkan seberapa besar dampak positif yang diberikan kepada orang lain.

Baca Juga: 6 Pola Pikir Miliarder yang Membentuk Kesuksesan Finansial