Waktu merupakan aset berharga yang tidak bisa diulang. Mengelola waktu secara efisien membantu seseorang tetap fokus pada hal-hal penting, meningkatkan produktivitas, sekaligus memberi ruang bagi pertumbuhan diri dan bisnis.

Prinsip inilah yang juga dipegang oleh para konglomerat Indonesia. Bagi mereka, disiplin waktu bukan sekadar nilai, melainkan rutinitas yang dijalani secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (4/1/2025), deretan konglomerat Indonesia yang mengutamakan disiplin waktu.

1. Dato Sri Tahir

Pemilik Mayapada Group itu dikenal sebagai sosok yang disiplin dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan waktu. Dato Sri Tahir memiliki kebiasaan bagun pada pukul 05.30 WIB setiap harinya.

Tahir mengawali paginya dengan banyak kegiatan yang sudah terencana. Mulai dari olahraga, meditasi, membaca koran hingga sarapan dan mempersiapkan diri  untuk kembali ke aktivitas pekerjaannya.

Baca Juga: Deretan Konglomerat Indonesia yang Memilih Tetap Low Profile

Ia juga menerapkan batasan waktu yang tegas, yakni tidak membawa pekerjaan ke rumah dan selalu pulang tepat waktu untuk makan malam bersama istri. Rutinitas harian tersebut ditutup dengan tidur lebih awal, sekitar pukul 20.30 hingga 21.00 WIB.

2. Eka Tjipta Widjaja

Selanjutnya ada Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group, yang dikenal sangat disiplin, terutama dalam hal waktu. Sikap ini tidak hanya diterapkan pada dirinya sendiri, tetapi juga ditanamkan kepada anak-anak dan karyawannya.

Mengutip Kumparan Bisnis, karyawan pertamanya, Elly Romsiah, menyebut Eka Tjipta jarang memarahi karyawan yang terlambat. Ia hanya melihat jam tangannya sebagai tanda bahwa seseorang datang tidak tepat waktu. 

Sikap disiplin tersebut kemudian menurun kepada anak-anaknya dan menjadi bagian dari etos kerja di Sinar Mas. Selain itu, Eka Tjipta juga rutin berjalan kaki hampir setiap hari sebelum bekerja sebagai bentuk menjaga kebugaran dan kesehatannya.

3. Hary Tanoe

Hary Tanoesoedibjo juga dikenal menerapkan disiplin waktu yang ketat dalam kesehariannya. Ia mengatur jam tidur dan bangun secara konsisten, yakni bangun pada pukul 03.00 atau 04.00 pagi meski hanya tidur sekitar tiga hingga empat jam setiap malam. Pola tersebut dijalaninya sebagai bagian dari ritme hidup yang telah disesuaikan dengan kondisi tubuhnya.

Di tengah kesibukan, pemilik MNC Gropu ini juga  tetap meluangkan waktu untuk berolahraga setiap hari. Ia menargetkan pembakaran kalori minimal 500 hingga 900 kalori per sesi, sebagai bentuk komitmen menjaga kebugaran sekaligus konsistensi dalam mengelola waktu.

Hary Tanoe juga memiliki waktu kerja selama 16–18 jam sehari, dan ia mengaku tidak merasa lelah karena kebiasaan itu telah terbentuk dengan baik selama bertahun-tahun.

4. Chairul Tanjung

Kemudian ada chairul Tanjung yang tak lain adalah pendiri CT Corp. Ayah Putri Tanjung ini sangat disiplin waktu dan dikenal pekerja keras. Di masa mudanya, ia bahkan bekerja hingga 18 jam sehari, pulang dini hari, dan memulai kembali aktivitasnya di pagi hari.

Disiplin Chairul Tanjung tidak hanya soal waktu, tetapi juga finansial, fokus pada tujuan, dan keberanian mengambil keputusan. Kebiasaan-kebiasaan inilah yang menjadi fondasi kesuksesannya sebagai salah satu pengusaha besar Indonesia.

5. Ir. Ciputra

Ir. Ciputra memandang disiplin sebagai kunci dari sebuah kesuksesan. Sikap ini ia terapkan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk karyawan Ciputra Group melalui konsep IPE (Integritas, Profesionalisme, dan Entrepreneurship) yang membuat perusahaan tetap berjalan lancar dan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

Disiplin juga jadi cara Ciputra mendidik anak-anaknya. Ia menekankan pentingnya mental kuat, saling kerja sama, dan menjadi adil, supaya anak-anaknya bisa menghadapi tantangan hidup dan punya tujuan yang baik.

Baca Juga: Deretan Konglomerat yang Berhasil Bawa Brand Lokal Go Internasional

6. Hartono Bersaudara

Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono dikenal bukan hanya sebagai dua orang terkaya di Indonesia, tetapi juga sebagai contoh disiplin dalam bisnis. 

Kedua bersaudara ini berhasil mengubah Djarum yang hampir bangkrut menjadi salah satu merek rokok terbesar, sekaligus membesarkan BCA menjadi bank swasta terbesar di Indonesia. Kesuksesan mereka bukan karena kebetulan, melainkan hasil disiplin yang konsisten, perencanaan jangka panjang, dan budaya kerja yang terstruktur di perusahaan.

Bambang Hartono sendiri pernah mengaku kerap mengalami kegagalan. Meski begitu, ia tetap disiplin menekuni bidangnya. Menurutnya, tidak ada keberhasilan tanpa disiplin. Tak heran jika Bambang bisa membaca lima buku dalam seminggu sebagai bagian dari usahanya untuk terus berkembang.

7. Mochtar Riady

Di balik kesuksesannya membangun Lippo Group menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia, Mochtar Riady dikenal sebagai sosok yang disiplin dan berpegang pada prinsip. Ia sangat menghargai waktu, menjadikannya salah satu prinsip utama dalam hidup dan bisnis. 

Mochtar selalu menekankan pentingnya kerja keras, kerja cerdas, dan belajar dengan tekun. Baginya, kesuksesan tidak datang dengan mudah, melainkan melalui disiplin dan pembelajaran yang konsisten. 

Orang-orang yang bertemu dengannya sering menghabiskan tiga hingga lima jam dalam diskusi yang penuh wejangan dan nasihat berharga, menunjukkan bagaimana ia memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang bermakna dan produktif.

Baca Juga: Deretan Bisnis Milik Konglomerat Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

8. Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu dikenal sebagai sosok yang disiplin dan pekerja keras. Dari seorang sopir angkot, ia menekuni bisnis kayu dengan belajar bertahun-tahun, bekerja siang malam, dan mengambil langkah berisiko untuk mengembangkan perusahaannya. 

Konsistensi dan ketekunannya terlihat dari kemampuan mengelola waktu secara efektif untuk mengeksekusi strategi jangka panjang, mengubah Barito Pacific dari perusahaan kehutanan menjadi konglomerasi yang mencakup petrokimia, energi, dan pertambangan. 

Kesuksesannya ini membuktikan bahwa disiplin waktu dan dedikasi tinggi menjadi fondasi utama dalam perjalanan bisnisnya.