Keluarga Widjaja merupakan pendiri dan pemilik Sinar Mas Group, sebuah konglomerasi bisnis yang memiliki delapan (8) lini bisnis utama. Dibangun sejak tahun 1938 oleh Eka Tjipta Widjaja, perusahaan ini telah diteruskan kepada salah satu anaknya, yakni Franky Oesman Widjaja. Eka yang lahir di Quanzhou, Tiongkok pada 27 Februari 1921 ini telah meninggal dunia pada 26 Januari 2019 silam.

Berawal dari menjajakan makanan dan barang kebutuhan sehari-hari dengan sepeda, Sinar Mas terus berkembang hingga mampu menjalankan bisnis properti, keuangan, agrobisnis, hingga telekomunikasi. Lini bisnis propertinya, yakni Sinar Mas Land, belum lama ini (21/11) berhasil menyabet 11 penghargaan dalam ajang PropertyGuru Indonesia Property Awards 2025, termasuk Best Mega Township Development (Greater Jakarta) untuk BSD City.

Baca Juga: Semangat #PantangMenyerah Eka Tjipta Widjaja dalam Membangun Sinar Mas Group

Tidak hanya properti, berikut lini bisnis yang dimiliki Sinar Mas Group, sebagaimana dikutip dari laman resminya:

1. Produk Pulp dan Kertas

Sinar Mas menjalankan bisnis ini lewat PT APP Purinusa Ekapersada atau yang lebih dikenal sebagai APP Indonesia (APP) atau APP Group. Setidaknya, ada lima anak perusahaan yang tergabung dalam APP Group, yakni:

  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk;
  • PT Pabrik Tjiwi Kimia Tbk;
  • PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry;
  • PT Oki Pulp & Paper Mills; dan
  • PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills.

2. Agribisnis dan Pangan

Sektor agribisnis dijalankan oleh Golden Agri-Resources Ltd (GAR) yang berdiri pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura sejak tahun 1999. Salah satu anak usahanya ialah PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 1992 dengan kode saham SMART.

Aktivitas utama SMART dimulai dari pengelolaan sekitar 137 ribu hektare kebun kelapa sawit di Indonesia, termasuk lahan plasma, hingga memproduksi beragam produk turunan sawit seperti minyak goreng dengan merek FILMA. Selain SMART, berikut perusahaan yang tergabung dalam GAR:

  • PT Sinarmas Cakrawala Persada (SCP);
  • Sinar Mas Agribusiness and Food China;
  • Gemini Edibles & Fats India;
  • Sinar Mas Oleochemical;
  • Sinar Mas Cepsa;
  • Sinar Mas Bioenergy;
  • Dami Mas;
  • Golden-Agri Maritime;
  • PT Golden Biomass Energy (GBE).

3. Pengembang dan Realestate

Bermula di tahun 1972 dengan mendirikan PT Duta Pertiwi, lini bisnis Sinar Mas Group di usaha properti dijalankan oleh Sinar Mas Land. Kini, perusahaan ini menjadi salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia dengan beberapa proyek yang dikerjakan seperti BSD City, Kota Wisata Cibubur, dan Grand City Balikpapan.

4. Layanan Keuangan

Didirikan pada tahun 1982, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menjalankan bisnis di bidang layanan keuangan. Pada awalnya, perusahaan ini bernama PT Internas Artha Leasing Company. Salah satu jenis bisnis yang dijalankan oleh SMMA adalah perbankan.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, PT Sinar Mas Multiartha Tbk memegang 59,99% saham PT Bank Sinarmas Tbk dengan rincian sebesar 29.995% lewat PT Sinar Mas Multiartha Tbk serta 29.995% saham digenggam melalui UBS AG Singapore S/A PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Perusahaan yang didirikan pada tanggal 18 Agustus 1989 ini awalnya bernama PT Bank Shinta Indonesia yang resmi berganti nama menjadi PT Bank Sinarmas pada Desember 2006.

Selain perbankan, SMMA juga menjalankan bisnis di bidang asuransi, pembiayaan, sekuritas, hingga pembiayaan digital. Beberapa perusahaan yang berada di bawah SMMA mencakup:

  • PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk yang kini bernama PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk;
  • PT Sinar Mas Multifinance;
  • PT Simas Money Changer;
  • PT Sinarmas Sekuritas;
  • PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas); dll.

5. Komunikasi dan Teknologi

Sinar Mas Group menyediakan layanan telekomunikasi terpadu melalui dua entitas utama: XLSMART dan MyRepublic.

6. Energi dan Infrastruktur

Lini bisnis ini dijalankan oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang didirikan sejak tahun 1998. Bersama sejumlah perusahaan di bawah naungannya, DSSA bergerak dalam penyediaan energi listrik, pertambangan batu bara, infrastruktur, bahan kimia, hingga perdagangan ritel dan multimedia.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Lion Group yang Lahirkan Banyak Maskapai Baru

Berikut perusahaan yang termasuk naungan DSSA:

  • PT Daya Sentosa Sakti Renewables (DSSR) yang bergerak dalam bisnis geothermal;
  • PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) di bisni pertambangan;
  • PT DSSE Energi Mas Utama di bisnis pertambangan;
  • PT Datang DSSP Power Indonesia (DDPI), perusahaan kolaborasi dengan China Datang Corporation yang bergerak dalam investasi sektor kelistrikan;
  • PT Rolimex Kimia Nusamas di bisnis petrokimia;
  • PT DSST Mas Gemilang yang bergerak di bidang teknologi digital.

7. Kesehatan

Sinar Mas Group menjalankan bisnis kesehatan lewat Eka Hospital dan layanan online SehatQ. Eka Hospital menjadi salah satu rumah sakit berstandar internasional yang saat ini telah memiliki delapan cabang di Indonesia.

8. Proyek Inisiatif Sinar Mas

Selain lini bisnis yang telah disebutkan, Sinar Mas Group memiliki beberapa proyek inisiatif yang hingga saat ini masih terus berjalan, yakni:

  • Yayasan Dharma Eka Tjipta Widjaja, organisasi nirlaba sejak tahun 2006 yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan, dan kemandirian masyarakat;
  • Sinarmas World Academy (SWA), lembaga pendidikan untuk siswa dari umur dini hingga kelas 12;
  • ITSB, lembaga pendidikan tinggi yang terdapat di Kota Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Kabupaten Bekasi;
  • Prasetiya Mulia Business School, lembaga pendidikan tinggi yang didirikan beberapa sektor privat, salah satunya Sinar Mas, untuk menghasilkan pebisnis andal; serta
  • Tzu Chi Cabang Sinar Mas, lembaga yang berfokus pada ranah amal, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan.

Bisnis Lain

Keluarga Widjaja (anak hingga cucu Eka Tjipta Widjaja) juga mengembangkan bisnis di luar Sinar Mas Group. Salah satu cucu Eka Tjipta yang bernama Christilia Angelica Widjaja diketahui mendirikan Yourpay, sebuah aplikasi neobank untuk pekerja migran di Indonesia, pada 2018. Sementara cucunya yang lain, sebagaimana mengutip Forbes, bernama Jackson Widjaja mendirikan perusahaan kertas di Amerika Utara bernama Domtar.