Es teh telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia, namun keberadaannya seringkali dipandang sebelah mata. Roby Bagindo, seorang Food Enthusiast dan Founder MasakTV, mengatakan kepada Olenka, bagaimana teh di Indonesia lebih sering dianggap sebagai minuman sehari-hari dibandingkan sebagai komoditas premium yang layak diapresiasi.
“Sebenarnya, kalau kita ngomongin teh di Indonesia itu lebih dianggap kayak minuman yang nggak terlalu diistimewakan. Itu dianggap kayak sehari-hari aja,” ungkap Roby beberapa waktu lalu.
Padahal, menurut Roby, teh memiliki tingkatan kualitas yang ketat, dengan tingkatan seperti peko yang dikenal sebagai salah satu grade premium. Sayangnya, teh berkualitas tinggi tersebut jarang diakses oleh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Sudah Terbukti Ilmiah! Ini 5 Jenis Teh Terbaik yang Ampuh Bakar Lemak Perut, Cocok untuk Diet
“Kita banyak minum teh yang grade paling rendah, yaitu teh hancur. Sedihnya, ini adalah teh yang paling banyak beredar di pasar,” terangnya.
Roby menambahkan, teh dengan kualitas terbaik seringkali diekspor ke pasar internasional, sehingga masyarakat lokal jarang mendapat kesempatan menikmati teh premium. Kualitas teh yang rendah ini juga menjadi alasan di balik kebiasaan masyarakat Indonesia menambahkan gula ke dalam teh mereka.
“Karena kita nggak pernah dapetin rasa baiknya dari teh itu sendiri, akhirnya kita kasih gula untuk menutupi kekurangannya,” tambah Roby.
Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dalam industri teh, dengan sejumlah daerah penghasil teh berkualitas seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera. Namun, Roby menilai perlu ada upaya lebih untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kekayaan teh lokal, termasuk edukasi tentang perbedaan grade teh dan pentingnya menghargai rasa asli teh tanpa tambahan gula.
Baca Juga: Kisah Sukses Tehbotol Sosro: dari Jualan di Pasar, Kini Produk Minuman Ikonik Ini Mendunia
“Kalau kita bisa mengakses teh premium lebih banyak, mungkin kita juga bisa menghargai teh sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar minuman sehari-hari. Itu adalah bagian dari budaya yang harus kita lestarikan,” ujar Roby.
Sebagai negara dengan sejarah panjang produksi teh, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas ini, baik di pasar domestik maupun internasional. Dengan langkah yang tepat, teh Indonesia bisa menjadi salah satu ikon kebanggaan Nusantara.