"Sehingga itu bisa memberikan satu stimulus karena pada saat bertemu dengan teman bisnis bisa sharing-sharing mengenai bisnis, ekonomi, kadang tukar bisnis dan lain-lain," lanjutnya.
Deddy menilai, fungsi golf sebagai sarana membangun koneksi menjadi salah satu alasan mengapa minat terhadap turnamen golf masih tetap terjaga, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Meski demikian, Deddy mengakui terdapat sejumlah faktor yang turut memengaruhi industri golf, salah satunya kebijakan yang berdampak pada sebagian kalangan tertentu. Namun, menurutnya, pengaruh tersebut belum memberikan dampak yang signifikan terhadap keberlangsungan bisnis turnamen golf secara keseluruhan.
Baca Juga: Memaksimalkan Golf sebagai Sarana Berjejaring dengan Klien
"Mungkin sedikit yang terganggu para (pejabat) pemerintah karena mereka dilarang main golf dan itu memang cukup berdampak, tapi tidak terlalu banyak," tutupnya.
Dengan karakteristiknya yang mampu menggabungkan olahraga, hiburan, dan networking dalam satu kegiatan, Deddy optimistis turnamen golf masih akan tetap menjadi pilihan bagi banyak perusahaan maupun pelaku usaha untuk menjalin hubungan bisnis sekaligus memperluas jejaring profesional.
Menurutnya, selama kebutuhan akan interaksi dan kolaborasi bisnis tetap ada, golf akan terus memiliki tempat tersendiri di kalangan pelaku usaha dan komunitas profesional.