PT Bank Danamon Indonesia Tbk membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,4 triliun1, tumbuh 33% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kinerja profitabilitas yang sehat ini didukung oleh pertumbuhan total kredit dan trade fiinance konsolidasian1 sebesar 12% secara year-on-year, yang sejalan dengan pertumbuhan simpanan nasabah sebesar 14% year-on-year.
Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, mengungkapkan bahwa sepanjang semester pertama 2026, Danamon konsisten merealisasikan fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup. Salah satu aksi korporasi yang kami lakukan adalah penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia yang menjadikan Danamon sebagai Pemegang Saham Pengendali HCI.
"Kami optimis melewati paruh kedua tahun ini dengan fondasi finansial kuat dan manajemen risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta didukung oleh MUFG sebagai perusahaan induk, anggota grup perusahaan, dan para mitra strategis untuk memberikan solusi finansial holistik kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan Danamon, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia," ungkapnya, dikutip pada Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Danamon Hadirkan Program Danamon Festival di Momen HUT Ke-70
Aktivitas intermediasi Danamon menunjukkan performa yang solid sepanjang paruh pertama 2026. Danamon mencatatkan total kredit dan trade fiinance konsolidasian tumbuh sebesar 12% secara year-on-year hingga mencapai Rp230,1 triliun. Pertumbuhan total kredit dan trade fiinance ditopang oleh performa pada lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution yang naik sebesar 19% menjadi Rp109,7 triliun, serta diikuti dengan pertumbuhan berkelanjutan dari lini bisnis SME Banking, Consumer Banking, dan anak perusahaan Danamon. Pada sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account atau CASA) dan deposito konsolidasian sebesar Rp181,7 triliun, meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Danamon terus mencatatkan pertumbuhan profitabilitas yang solid, ditopang oleh ekspansi bisnis yang berimbang dan pengelolaan risiko yang berhati-hati. Pendapatan operasional meningkat 7% secara year-on-year menjadi Rp12,6 triliun, yang turut mendukung pencapaian laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp2,4 triliun. Sejalan dengan hal tersebut, Danamon membukukan margin bunga bersih (NIM) sebesar 8,1%.
Kualitas aset Danamon juga tetap terjaga seiring dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Per 30 Juni 2026, rasio Loan at Risk (LAR), berhasil diturunkan menjadi 7,8%, membaik 263 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di saat yang sama, Danamon terus mempertahankan tingkat pencadangan yang solid, tercermin dari rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) yang mencapai 282,4%.
Sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan solusi keuangan holistik yang terintegrasi, Danamon terus memperkuat sinergi dalam lingkup grup perusahaan. Dalam rangka pemenuhan persyaratan pembentukan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional dan Konglomerasi Keuangan MUFG (KK MUFG), Danamon melakukan penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia (HCI) yang efektif tanggal 24 Juni 2026 dengan melakukan pembelian saham HCI yang sebelumnya dimiliki oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
Melalui penyertaan modal tersebut, Danamon menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) HCI. Dalam perannya sebagai PSP, Danamon berkomitmen untuk memastikan pengelolaan dan pengembangan bisnis HCI sejalan dengan komitmen berkelanjutan Danamon untuk bertransformasi menjadi Satu Grup Finansial terkemuka bersama MUFG sebagai Perusahaan induk, serta anggota grup lainnya. Sinergi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kemampuan grup dalam menyediakan solusi keuangan yang holistik dan berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan.