Korupsi masih menjadi tantangan serius di berbagai belahan dunia. Praktik penyalahgunaan kekuasaan tidak hanya menghambat pembangunan ekonomi, tetapi juga melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara dan memperburuk kondisi sosial.

Salah satu acuan yang digunakan untuk mengukur tingkat korupsi suatu negara adalah Corruption Perceptions Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi yang diterbitkan oleh Transparency International. Indeks ini menggunakan skala 0 hingga 100, di mana skor 0 menunjukkan tingkat korupsi yang sangat tinggi, sedangkan skor 100 menandakan sektor publik yang sangat bersih dari korupsi.

Baca Juga: Daftar 10 Negara Paling Bersih dari Korupsi di Dunia

Berdasarkan CPI 2025, Sudan Selatan dan Somalia menjadi dua negara dengan skor terendah di dunia, masing-masing hanya meraih 9 poin. Keduanya menempati posisi terbawah dari 182 negara yang dinilai dalam indeks tersebut.

Negara-negara yang masuk daftar terbawah umumnya menghadapi persoalan kompleks, mulai dari konflik berkepanjangan, lemahnya penegakan hukum, instabilitas politik, hingga rendahnya kualitas tata kelola pemerintahan.

Berikut daftar 10 negara dengan tingkat korupsi tertinggi berdasarkan skor CPI terendah:

  1. Sudan Selatan
  2. Somalia
  3. Venezuela
  4. Yaman
  5. Libya
  6. Eritrea
  7. Sudan
  8. Nikaragua
  9. Suriah
  10. Korea Utara

Kawasan dengan Tingkat Korupsi Tinggi

Secara regional, kawasan Afrika Sub-Sahara masih menjadi wilayah dengan tingkat korupsi tertinggi. Konflik bersenjata, ketidakstabilan politik, dan lemahnya institusi pengawasan menjadi faktor utama yang mendorong rendahnya skor negara-negara di kawasan tersebut.

Baca Juga: Perang Total Melawan Korupsi

Sementara itu, sejumlah negara di Eropa Timur, Asia Tengah, dan Amerika Latin juga menghadapi tantangan serupa akibat lemahnya akuntabilitas publik, impunitas, serta pengaruh kelompok kepentingan dalam pemerintahan.

Sebagai perbandingan, negara-negara dengan tingkat korupsi terendah masih didominasi kawasan Nordik. Denmark dan Finlandia kembali menempati posisi teratas sebagai negara paling bersih dari korupsi berkat tata kelola pemerintahan yang transparan, penegakan hukum yang kuat, serta tingkat kepercayaan publik yang tinggi.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi hambatan besar bagi pembangunan di banyak negara.