Growthmates, bagi wisatawan yang mencintai alam dan ingin menyepi di tengah hutan hujan yang lebat, berjalan di bawah pepohonan menjulang tinggi, atau mengamati satwa liar jauh dari keramaian, sejumlah negara menawarkan pengalaman wisata yang berbeda.

Peringkat Worldometer yang didasarkan pada data FAOSTAT menempatkan Rusia, Brasil, Kanada, Amerika Serikat, Tiongkok, Republik Demokratik Kongo, Australia, Indonesia, Peru, dan India sebagai 10 negara dengan total luas hutan terbesar di dunia.

Dikutip dari Times of India, Senin (14/9/2026), berikut gambaran hutan di negara-negara tersebut yang menarik untuk diketahui.

1. Rusia (814,8 juta hektare)

Rusia memiliki wilayah hutan terluas di dunia, dengan total 814.848.460 hektare. Sebagian besar kawasan tersebut merupakan bagian dari taiga, hutan boreal luas yang membentang melintasi Siberia.

Bentang alamnya didominasi pepohonan konifer, danau, sungai, serta musim dingin yang panjang. Kawasan hutan ini juga menjadi habitat bagi berbagai satwa liar, seperti beruang cokelat, serigala, lynx, dan harimau Siberia.

Bagi wisatawan, hutan Rusia menawarkan pengalaman mulai dari menjelajahi alam liar Siberia yang terpencil hingga menikmati kawasan hutan di sekitar Danau Baikal.

2. Brasil (491,57 juta hektare)

Brasil menempati posisi kedua dengan luas hutan mencapai 491.570.000 hektare. Profil hutan negara ini didominasi oleh Amazon, hutan hujan tropis terbesar di dunia.

Wisatawan yang berkunjung ke Brasil dapat merasakan suasana hutan hujan di sekitar Manaus. Perjalanan menyusuri sungai menjadi salah satu cara untuk menjelajahi ekosistem Amazon dan menikmati keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

3. Kanada (346,98 juta hektare)

Di posisi ketiga terdapat Kanada dengan luas hutan mencapai 346.975.800 hektare. Hutan membentang di sebagian besar wilayah negara tersebut dan menciptakan lanskap alam liar yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Beragam aktivitas dapat dilakukan di kawasan hutan Kanada, mulai dari mendaki, berkemah, berkano, hingga mengamati satwa liar. Beruang, rusa besar atau moose, serigala, dan berbagai satwa lainnya dapat ditemukan di sejumlah wilayah.

4. Amerika Serikat (310,65 juta hektare)

Amerika Serikat memiliki hutan seluas 310.645.000 hektare, menempatkannya di urutan keempat berdasarkan total luas hutan.

Wisatawan dapat menemukan karakter hutan yang beragam di berbagai wilayah, mulai dari pepohonan raksasa di California dan Pacific Northwest, hutan Appalachian di bagian timur, hingga lanskap boreal di Alaska.

Keanekaragaman tersebut membuat pengalaman menjelajahi hutan di Amerika Serikat berbeda-beda, tergantung kawasan yang dikunjungi.

5. Tiongkok (211,41 juta hektare)

Tiongkok berada di peringkat kelima dengan luas hutan mencapai 211.405.700 hektare. Hutan di negara ini memiliki karakter yang beragam, mulai dari lanskap subtropis di bagian selatan hingga hutan beriklim sedang dan hutan pegunungan di wilayah utara.

Salah satu pengalaman yang menarik bagi wisatawan adalah mengunjungi hutan bambu di sekitar Chengdu dan Sichuan untuk melihat panda raksasa. Sementara itu, lanskap hutan pegunungan dapat ditemukan di sekitar destinasi seperti Zhangjiajie.

Baca Juga: 5 Negara dengan Konsumsi Mie Instan Tertinggi di Dunia

6. Republik Demokratik Kongo (151,96 juta hektare)

Posisi keenam ditempati Republik Demokratik Kongo atau DRC dengan luas hutan mencapai 151.955.200 hektare.

Sebagian besar kawasan tersebut merupakan bagian dari Cekungan Kongo, salah satu wilayah hutan hujan tropis paling penting di dunia. Bagi wisatawan yang menyukai petualangan, kawasan hutan DRC menawarkan kesempatan untuk melihat sejumlah satwa liar langka.

DRC menjadi habitat bagi gorila gunung, gorila dataran rendah timur, simpanse, dan bonobo yang terancam punah.

7. Australia (125,37 juta hektare)

Australia berada di peringkat ketujuh dengan luas hutan mencapai 125.367.000 hektare. Hutan di negara ini memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan negara-negara lain dalam daftar, dengan pohon eukaliptus yang menjadi salah satu ciri khasnya.

Wisatawan dapat menjelajahi Hutan Hujan Daintree di Queensland, salah satu destinasi hutan tropis paling terkenal di Australia. Selain itu, bentang alam eukaliptus yang luas juga menawarkan pengalaman berbeda bagi pencinta alam.

8. Indonesia (89,64 juta hektare)

Indonesia menempati peringkat kedelapan dengan luas hutan mencapai 89.641.200 hektare.

Bagi wisatawan, sejumlah pengalaman hutan yang menarik dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Hutan di Sumatra, misalnya, menjadi salah satu kawasan tempat pengunjung berkesempatan melihat orangutan di habitat alaminya.

Kekayaan hutan Indonesia tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga pengalaman untuk mengenal keanekaragaman hayati yang tersebar di berbagai pulau.

9. Peru (73,64 juta hektare)

Peru berada di urutan kesembilan dengan luas hutan mencapai 73.637.800 hektare.

Meski lebih dikenal berkat Machu Picchu dan Pegunungan Andes, sebagian besar bentang alam alami Peru berada di kawasan Cekungan Amazon. Hal tersebut membuat Peru memiliki sisi wisata alam yang sangat berbeda dari destinasi pegunungannya yang populer.

Wisatawan dapat menjelajahi kawasan seperti Tambopata dan wilayah Amazon di sekitar Iquitos untuk menikmati lanskap hutan hujan dan keanekaragaman hayatinya.

10. India (71,04 juta hektare)

India melengkapi daftar 10 besar dengan luas hutan mencapai 71.038.800 hektare.

Hutan di negara ini memiliki karakter yang beragam, mulai dari hutan Himalaya di bagian utara, hutan tropis di Ghats Barat dan wilayah Timur Laut, hingga hutan gugur kering di wilayah tengah. Di sepanjang pesisir, wisatawan juga dapat menemukan ekosistem mangrove.

Sejumlah destinasi wisata satwa liar paling populer di India juga berada di kawasan hutan, seperti Kanha, Bandhavgarh, Corbett, Kaziranga, dan Ranthambore.

Dengan bentang alam dan ekosistem yang berbeda-beda, sepuluh negara tersebut menunjukkan betapa luas dan beragamnya kawasan hutan dunia.

Bagi wisatawan, hutan bukan hanya menawarkan pemandangan hijau, tetapi juga menjadi ruang untuk menikmati alam liar, mengamati satwa, dan merasakan pengalaman yang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: 10 Negara Terbaik untuk Pensiunan 2026, Juara 1 Ternyata Tetangga Indonesia