Perusahaan berupaya menyesuaikan produknya dengan kondisi iklim, budaya, serta kebiasaan masyarakat Indonesia agar manfaat yang diberikan dapat lebih optimal.

Ke depan, Daewoong juga ingin mengembangkan model layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Informasi kesehatan yang disampaikan tidak hanya berasal dari perusahaan, tetapi juga berdasarkan pengalaman dan perspektif para ahli yang berinteraksi langsung dengan pasien di lapangan.

Melalui kemitraan strategis ini, Daewoong menargetkan peningkatan kepercayaan konsumen, penguatan daya saing produk, serta perluasan kontribusi terhadap kesehatan masyarakat Indonesia.

Perusahaan bahkan menargetkan untuk menjadi pemimpin pasar obat bebas atau over-the-counter (OTC) di Indonesia pada tahun 2030.

Kepala Divisi Consumer Healthcare Daewoong Pharmaceutical, Eunkyeong Park, mengatakan bahwa kerja sama tersebut menjadi momentum penting bagi para profesional farmasi dari Korea Selatan dan Indonesia untuk saling belajar dan berkembang bersama.

"Perjanjian ini menjadi langkah penting bagi para ahli farmasi dari Korea Selatan dan Indonesia untuk saling belajar dan berkembang bersama, sekaligus membangun kemitraan jangka panjang demi kemajuan kesehatan masyarakat,” tuturnya, , sebagaimana Olenka kutip dari keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).

Ia menambahkan bahwa Daewoong tidak ingin sekadar berbagi pengalaman secara satu arah.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ruang bagi para apoteker di kedua negara untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman profesional,” pungkasnya.

Baca Juga: Perkuat Riset dan SDM Migas Tanah Air, Pertamina Drilling Teken MoU dengan ITB