PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga; IDX: BNGA) mengumumkan laporan keuangan tahun 2025 dengan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar Rp8,8 triliun. Kinerja ini menghasilkan earnings per share sebesar Rp273,53 yang turut berkontribusi pada pertumbuhan bisnis CIMB Niaga.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan bahwa kerangka manajemen risiko CIMB Niaga terjaga dengan baik. Hal tersebut tercermin dari kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL) sebesar 1,81% dan cost of credit (CoC) yang menurun menjadi 0,74%. Sementara itu, perolehan return on equity (ROE) sebesar 13,0%.
Baca Juga: Maybank Indonesia Bukukan Lonjakan Laba 104% pada 2025
“Kami menyampaikan bahwa hasil kinerja CIMB Niaga pada tahun 2025 mencerminkan konsistensi performa serta kesehatan fundamental bisnis CIMB Niaga. Sepanjang tahun tersebut, kami berhasil memperkuat posisi likuiditas dan permodalan. Sementara di tahun 2026, kami akan terus fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, menjaga kualitas aset, memperkuat basis dana murah (current account saving account/CASA), serta menjalankan pengelolaan biaya yang disiplin," ujar Lani Darmawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Dia menekankan, "Dengan strategi Forward30 sebagai panduan, kami meyakini dapat mempertahankan kinerja yang baik dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para stakeholders, termasuk nasabah dan masyarakat luas. Komitmen ini juga mencerminkan purpose kami ‘Advancing Customers and Society’, di mana CIMB Niaga berkomitmen membantu nasabah serta masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya."
CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,8% dan 86,8%. Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp372,7 triliun per 31 Desember 2025; memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp270,5 triliun (+3,8% year-on-year/yoy), dikontribusikan dari pertumbuhan CASA sebesar 10,1% yoy menjadi Rp189,5 triliun, yang berkontribusi terhadap rasio CASA menjadi sebesar 70,0%. Hal ini merupakan hasil upaya CIMB Niaga untuk membina hubungan dengan nasabah yang lebih erat sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital.
Jumlah kredit/pembiayaan naik 4,5% yoy menjadi Rp238,3 triliun dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen Perbankan Korporat (+6,7% yoy), diikuti Perbankan Konsumer (+3,4% yoy) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) (+2,0% yoy). Kenaikan di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) sebesar 10,1% yoy.
Sementara itu, dari Perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mencatat total pembiayaan mencapai Rp55,7 triliun dan DPK tercatat sebesar Rp50,3 triliun per 31 Desember 2025. CIMB Niaga Syariah juga terus memperkuat struktur pendanaannya dengan mengoptimalkan pendanaan yang efisien, melalui pengembangan jaringan berbasis komunitas dan kemitraan strategis berbasis prinsip syariah. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekosistem keuangan syariah nasional secara lebih luas.