Karena itu, Prof. Zubairi menekankan pentingnya membangun gaya hidup sehat sejak dini, bukan hanya ketika seseorang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi atau mengalami masalah kesehatan.

dia, menjaga tubuh tetap aktif merupakan salah satu langkah penting untuk membantu mengendalikan berbagai faktor risiko penyakit.

“Karena itu dari awal gaya hidup kita itu penting kita tata ulang. Artinya Anda sakit, Anda sehat, Anda apa harus tetap aktif. Keep moving,” ujarnya.

Aktivitas fisik pun perlu dilakukan secara rutin. Prof. Zubairi menyarankan orang sehat untuk berolahraga setidaknya 150 menit dalam sepekan. Selain olahraga, pola makan juga memiliki peran penting dalam menjaga kadar kolesterol.

“Kalau Anda sehat maka harus olahraga minimal 150 menit seminggu. Minimal paling sedikit. Kemudian kalau setiap kali makan kita perlu ada sayur dan ada buah. Setiap kali makan,” tuturnya.

Menurut Prof. Zubairi, kombinasi aktivitas fisik dan pola makan yang lebih sehat dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali. Namun, apabila perubahan gaya hidup belum cukup untuk menurunkan kadar kolesterol, penanganan medis tetap diperlukan.

“Itu akan bisa mengontrol kadar kolesterol. Nah kalau kemudian setelah gaya hidup sehat, udah olahraga, udah sayur, buah masih tinggi. Dokter akan memberikan obat untuk menurunkan kolesterol,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolesterol tinggi bukanlah kondisi yang tidak dapat ditangani. Saat ini tersedia berbagai pilihan obat yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol sesuai kondisi dan kebutuhan pasien.

“Banyak obat untuk kolesterol dan bisa diobati,” pungkas Prof. Zubairi.

Baca Juga: Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Setelah Makan yang Ampuh Menjaga Gula Darah Tetap Stabil