Cedera yang dialami presenter Deddy Mahendra atau Desta saat bermain padel menjadi pengingat bahwa olahraga yang tengah populer ini juga memiliki risiko, terutama terhadap kesehatan mata. Benturan bola yang melaju dengan kecepatan tinggi dapat menyebabkan cedera serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Desta mengalami cedera pada mata kirinya setelah terkena bola hasil pukulan rekan satu timnya. Benturan tersebut membuatnya langsung terjatuh di lapangan sebelum akhirnya mendapat pertolongan pertama dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

Melalui akun Instagram pribadinya, Desta mengungkapkan bahwa benturan itu menyebabkan pendarahan yang cukup luas hingga mengenai lensa mata.

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Deddy Mahendra Desta, Pemeran ‘Dono’ di Film Warkop DKI Reborn

"Thank you semua doa nya. Pendarahan cukup lebar sampe di lensa mata," tulis Desta.

Meski cedera yang dialaminya tergolong cukup parah, Desta memastikan kondisinya kini sudah ditangani dokter spesialis mata dan tidak mengancam penglihatannya.

"Sudah ditangani dokter spesialis mata. Cukup parah tapi tidak sampai berbahaya. I'll come back soon," lanjutnya.

Mengapa Cedera Mata Bisa Terjadi saat Bermain Padel?

Insiden yang dialami Desta bukan tanpa alasan. Menurut peneliti oftalmologi dari University of Gothenburg, Dr. Gunnar Jakobsson, bola padel memiliki karakteristik yang membuatnya berpotensi menyebabkan cedera pada mata.

"Bola tersebut memiliki berat sekitar 50 gram, dan ukurannya sesuai dengan lubang rongga mata. Kecepatan bola tinggi, dan untuk pukulan smash bisa mencapai 130 kilometer per jam," jelas Jakobsson.

Ia menambahkan, risiko cedera semakin tinggi karena arah pantulan bola padel sering kali sulit diprediksi.

Baca Juga: Tren Padel Indonesia Makin Populer, Blibli Mudahkan Upgrade Raket Sesuai Level Pemain

"Sifat pantulan bola juga membuat penilaian pantulan menjadi cukup sulit, yang mungkin meningkatkan risiko kerusakan mata," katanya.

Kombinasi ukuran bola, kecepatan, dan pantulan yang tidak menentu membuat pemain hanya memiliki waktu reaksi yang sangat singkat ketika bola mengarah ke wajah. Dalam beberapa kasus, benturan memang hanya menyebabkan perdarahan ringan, tetapi trauma yang lebih berat dapat mengakibatkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan.

Cara Mencegah Cedera Mata saat Bermain Padel

Para ahli menyarankan penggunaan kacamata pelindung sebagai langkah paling efektif untuk mengurangi risiko cedera mata saat bermain padel. Selain kacamata khusus, pelindung wajah (visor) juga dapat menjadi pilihan, terutama bagi pemain yang rutin berlatih atau mengikuti pertandingan.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Lapangan Padel di Jabodetabek, dari Indoor hingga Rooftop View Kota

Berdasarkan sejumlah penelitian yang dikutip University of Gothenburg, penggunaan pelindung mata yang tepat dapat mengurangi risiko cedera hingga sekitar 90 persen. Karena itu, perlengkapan tersebut sebaiknya dipandang sebagai bagian dari alat keselamatan, bukan sekadar aksesori olahraga.

Selain menggunakan pelindung mata, pemain juga disarankan selalu memperhatikan arah datangnya bola, terutama saat berada di dekat net atau ketika pasangan melakukan pukulan keras. Komunikasi yang baik dengan rekan satu tim juga penting untuk meminimalkan risiko benturan yang tidak disengaja.

Jangan Abaikan Gejala Setelah Mata Terkena Bola

Jika mata terkena bola saat bermain padel, sebaiknya segera hentikan permainan dan lakukan pemeriksaan ke dokter mata, terutama bila muncul gejala seperti nyeri hebat, penglihatan kabur, perdarahan, atau mata sulit dibuka.

Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius sekaligus menjaga fungsi penglihatan dalam jangka panjang.

Insiden yang dialami Desta menjadi pelajaran bahwa di balik keseruan bermain padel, setiap pemain tetap perlu mengutamakan keselamatan. Menggunakan pelindung mata dan meningkatkan kewaspadaan di lapangan dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko cedera yang tidak diinginkan.