Jika pertumbuhan tidak dipacu, Indonesia berisiko mengalami fenomena aging before rich, situasi ketika populasi sudah menua sebelum masyarakatnya mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi. Kondisi ini dapat menjadi beban besar bagi perekonomian dalam jangka panjang.
Lebih jauh, Dahlan menekankan bahwa perubahan ekonomi yang dilakukan harus berdampak nyata pada masyarakat luas. Ia berharap pertumbuhan yang diciptakan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan benar-benar meningkatkan pendapatan masyarakat secara riil, bukan secara fatamorgana.
Kini, menurut Dahlan, tantangannya bukan lagi pada kesadaran akan perlunya perubahan, melainkan pada konsistensi dan efektivitas implementasinya.
Apakah transformasi tersebut mampu mendorong lompatan ekonomi yang nyata, akan sangat menentukan posisi Indonesia di peta ekonomi global dalam satu hingga dua dekade mendatang.