Growthmates, perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membuka peluang baru bagi seller e-commerce untuk mengelola toko online secara lebih efisien.
Tidak hanya membantu pekerjaan administratif, AI kini dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan listing produk, mulai dari membuat judul dan deskripsi hingga meningkatkan kualitas visual agar produk lebih menarik dan mudah ditemukan konsumen.
Lazada Indonesia melihat adopsi teknologi ini semakin relevan di tengah persaingan bisnis online yang terus berkembang.
Berdasarkan riset Lazada bertajuk ‘Bridging the AI Gap: Online Seller Perceptions and Adoption Trends in Southeast Asia’, sebanyak 90% seller Indonesia yang disurvei sepakat bahwa AI penting untuk meningkatkan produktivitas.
Riset yang sama menunjukkan 50% seller Indonesia yang disurvei masuk dalam kategori AI Aspirants, yakni kelompok seller yang mulai berinvestasi pada teknologi AI karena melihat potensinya dalam menangani pekerjaan yang lebih kompleks sekaligus meningkatkan produktivitas.
Solusi pembuatan dan optimalisasi listing produk melalui AI Smart Listing serta solusi pemasaran berbasis AI menjadi sejumlah teknologi yang paling banyak dimanfaatkan kelompok tersebut.
Menurut Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, listing produk memiliki peran penting dalam membangun keyakinan konsumen sebelum melakukan pembelian.
“Listing produk bukan sekadar menampilkan barang yang dijual, tetapi menjadi kesempatan bagi seller untuk menyampaikan nilai dan keunggulan produknya. AI membantu seller menyusun informasi produk yang lebih lengkap dan menarik, mulai dari judul, deskripsi, gambar, hingga kata kunci, sehingga konsumen dapat memahami produk dengan lebih cepat dan membeli dengan lebih yakin,” ungkap Amelia, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (14/8/2026).
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lazada menghadirkan sejumlah solusi berbasis AI yang dapat membantu seller menyederhanakan proses pengelolaan produk.
Salah satunya adalah AI Smart Listing yang memungkinkan seller mempercepat pembuatan listing dengan mengisi atribut produk berdasarkan gambar maupun kata kunci.
Baca Juga: Liquid Lipstick Kuasai 60% Pembelian Produk Bibir di Lazada, Konsumen Makin Utamakan Kenyamanan
Selain itu, terdapat AI Smart Product Optimisation yang membantu seller mengidentifikasi bagian-bagian listing yang masih dapat ditingkatkan, termasuk judul, deskripsi, dan gambar produk. Dengan demikian, seller tidak harus melakukan pengecekan dan pembaruan listing secara manual satu per satu.
“Melalui AI, seller dapat memperbaiki listing dalam hitungan menit. Hal ini membantu seller menampilkan produk secara lebih efektif dan menciptakan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen,” kata Amelia.
Pemanfaatan AI juga dapat diterapkan pada aspek visual produk. Dalam bisnis e-commerce, foto menjadi salah satu elemen penting karena konsumen tidak dapat melihat atau menyentuh produk secara langsung.
AI dapat membantu seller meningkatkan kualitas visual, misalnya dengan merapikan latar belakang sehingga produk terlihat lebih bersih dan profesional.
Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan untuk kategori seperti fashion, aksesori, dan perlengkapan rumah tangga yang sangat mengandalkan daya tarik visual.
Dengan tampilan produk yang lebih rapi, seller dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada calon pembeli sekaligus membangun kesan profesional terhadap tokonya.
Di sisi lain, perubahan tren dan perilaku pencarian konsumen juga membuat seller perlu rutin memperbarui informasi produk. AI dapat membantu seller menyesuaikan judul, deskripsi, dan kata kunci berdasarkan tren pencarian yang berkembang, termasuk istilah yang sedang populer di media sosial.
Penggunaan kata kunci yang lebih relevan dapat membantu produk ditemukan oleh konsumen yang sedang mencari barang dengan kebutuhan tertentu.
Dengan begitu, optimalisasi listing bukan hanya berkaitan dengan tampilan, tetapi juga bagaimana produk dapat lebih mudah terhubung dengan calon pembeli.
Efisiensi waktu menjadi manfaat lain yang tidak kalah penting. Bagi seller, mengelola toko online berarti harus menangani berbagai pekerjaan secara bersamaan, mulai dari membuat dan memperbarui listing hingga mengembangkan produk dan melayani pelanggan.
Kehadiran AI dapat membantu mengurangi pekerjaan repetitif sehingga seller memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan strategi bisnis.
Efisiensi tersebut memungkinkan seller membangun alur kerja yang lebih sistematis. Alih-alih menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaan teknis dalam mengelola listing, seller dapat mengalokasikan lebih banyak energi untuk pengembangan produk, peningkatan layanan pelanggan, hingga strategi pemasaran dan pertumbuhan bisnis.
Lazada pun tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga menyediakan edukasi untuk membantu seller memahami cara memanfaatkannya secara optimal.
Melalui Lazada University, seller dapat mengakses berbagai materi pembelajaran yang mendukung pengembangan bisnis online.
Lazada juga secara rutin menggelar pelatihan bagi seller. Salah satunya Lazada Seller Creator Camp yang digelar pada 13 Agustus 2026 dengan menghadirkan para ahli untuk berbagi wawasan mengenai strategi pemasaran, branding, dan fotografi produk.
“Kami berkomitmen untuk membantu seller membangun bisnis yang berkelanjutan. Namun, faktor manusia tetap penting. Karena itu, kami terus menghadirkan pelatihan agar seller dapat memanfaatkan AI dan berbagai tools lainnya secara efektif untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka,” tutup Amelia.
Baca Juga: Strategi Lazada Jaga Transaksi di Tengah Tantangan Ekonomi