Dikatakan Rani, mereka tidak lagi memandang pernikahan sebagai sekadar kewajiban sosial, melainkan sebagai keputusan besar yang harus selaras dengan kondisi diri.
"Mereka lebih aware soal mental health. Jadi bukan berarti dia nggak mau, tapi lebih ke arah, apa sih yang mau dituju dalam keluarga," jelasnya.
Lebih jauh, Rani menekankan bahwa pada dasarnya setiap manusia tetap membutuhkan pasangan hidup. Namun, standar dalam memilih pasangan kini semakin tinggi.
"Gak ada satupun manusia yang nggak butuh teman hidup. Semua manusia butuh teman hidup. Cuma sekarang teman hidup yang bagaimana? Kebanyakan orang butuh teman hidup yang betul-betul kita percaya, kita punya tujuan bersama," ungkapnya.
Rasa aman dan nyaman, lanjutnya, menjadi fondasi utama dalam hubungan yang sehat. Untuk mencapainya, pasangan perlu membangun batasan yang jelas dalam hubungan.
"Rasa aman dan nyaman. Untuk membangun rasa aman dan nyaman, kita butuh boundaries," tandas Rani.
Baca Juga: Cara Gen X, Gen Y, dan Gen Z Traveling Ternyata Berbeda, Ini Temuan Jenius Study 2026