Ada Peluang, Tetapi Ada Pula Risiko yang Perlu Dipahami
Akses ke pasar global dapat memberikan eksposur terhadap lebih banyak aset dan wilayah. Namun, investor juga menghadapi risiko nilai tukar, volatilitas pasar global, biaya transaksi dan konversi, serta risiko dari aset yang dipilih. Diversifikasi dapat membantu mengurangi konsentrasi risiko dalam portofolio, namun tidak menjamin keuntungan maupun menghilangkan risiko investasi.
Kebutuhan Finansial Menjadi Salah Satu Pertimbangan
Diversifikasi ke mata uang asing dapat lebih relevan bagi seseorang yang memiliki kebutuhan dana dalam valuta asing, khususnya di masa mendatang, seperti biaya pendidikan anak di luar negeri. Dengan begitu, keputusan diversifikasi tidak semata didasarkan pada prediksi apakah Rupiah akan menguat atau melemah.
Baca Juga: FAJI Gelar Rakernas Matangkan Langkah ke PON 2028
Pada dasarnya, diversifikasi global bukan soal memilih antara investasi domestik atau luar negeri. Fokusnya adalah membangun portofolio yang lebih tangguh melalui kombinasi aset yang sesuai dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing investor.
”Ketika seseorang memiliki tujuan keuangan yang melibatkan valuta asing atau eksposur terhadap pasar global, diversifikasi dapat menjadi salah satu pendekatan yang dipertimbangkan secara terukur. Jadi, bukan sekadar mengikuti pergerakan kurs, melainkan memahami peran setiap aset dalam keseluruhan portofolio,” tutup Ni Made Daryanti.