Growthmates, Warren Buffett dan Sam Altman datang dari dunia yang berbeda. Buffett dikenal sebagai investor legendaris dan pemimpin Berkshire Hathaway, sementara Altman merupakan CEO OpenAI yang berada di pusat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Namun, di balik perbedaan tersebut, keduanya ternyata memiliki satu prinsip investasi yang serupa, yakni peluang terbaik justru sering kali tidak berada di tempat yang sedang menjadi pusat perhatian banyak orang.
Altman bahkan memiliki pendekatan yang cukup menarik. Meski memimpin OpenAI, ia tidak memiliki kepemilikan saham di perusahaan tersebut. Kekayaannya justru banyak berasal dari investasi di berbagai perusahaan rintisan, termasuk perusahaan fusi nuklir Helion dan sejumlah startup lainnya.
Dalam sebuah siniar baru-baru ini, Altman mengungkapkan bahwa investor Peter Thiel dan Paul Graham pernah mengajarinya sebuah pelajaran penting mengenai investasi dan bisnis.
Menurut mereka, perusahaan serta peluang investasi terbaik 'hampir tidak pernah' menjadi sesuatu yang paling banyak menarik perhatian publik.
“Anda bisa mendapatkan hasil yang lumayan hanya dengan mengikuti tren dan masuk lebih awal, tetapi untuk meraih kesuksesan yang spektakuler, Anda hampir selalu harus melakukan hal-hal yang berbeda dari apa yang dilakukan orang lain. Anda tidak bisa sekadar mengikuti gelombang baru,” terang Altman.
Prinsip tersebut pada dasarnya menekankan pentingnya melihat lebih jauh dari sekadar tren. Mengikuti sesuatu yang sedang populer memang dapat menghasilkan keuntungan, terutama jika investor masuk pada tahap awal.
Namun, ketika sebuah peluang sudah menjadi perhatian semua orang, persaingan biasanya semakin ketat dan harga aset pun berpotensi sudah mencerminkan ekspektasi yang sangat tinggi.
Buffett sendiri memiliki pemikiran yang tidak jauh berbeda. Selama puluhan tahun, ia berulang kali mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan hanya karena takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO).
Dalam surat Berkshire Hathaway kepada para pemegang saham pada 1989, Buffett menulis, 'Jauh lebih baik membeli perusahaan yang luar biasa dengan harga wajar daripada membeli perusahaan yang biasa saja dengan harga yang sangat murah'.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa bagi Buffett, kualitas bisnis jauh lebih penting daripada sekadar mencari sesuatu yang terlihat murah. Investor tidak harus membeli aset yang sedang ramai diperbincangkan.
Sebaliknya, mereka perlu mencari perusahaan berkualitas yang memiliki prospek jangka panjang dan membelinya pada harga yang masuk akal.
Baca Juga: Warren Buffett: Melipatgandakan Kekayaan Tidak Otomatis Bikin Bahagia