Bagi sebagian orang, kondisi insomnia mungkin sudah tidak asing lagi atau bahkan pernah dialami sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Insomnia merupakan gangguan kesehatan yang membuat seseorang kesulitan untuk memulai tidur, sulit untuk tetap terlelap semalaman, atau terbangun terlalu dini di pagi hari dan tidak bisa memejamkan mata kembali.

Jika dibiarkan terus-menerus, kurang tidur bisa merusak suasana hati (mood) hingga memicu masalah kesehatan yang serius. Ingat, insomnia tidak diukur dari seberapa lama atau jumlah jam tidurmu tiap malam, melainkan dari kualitas tidur itu sendiri. Jadi, meski kamu tidur selama 7 hingga 9 jam, efek negatif kekurangan tidur akan tetap terasa jika kualitasnya buruk akibat jiwa dan raga tidak beristirahat dengan optimal.

Pemicu susah tidur di malam hari ternyata sering kali bersumber dari kebiasaan yang tidak kamu duga sebelumnya. Berikut adalah 7 penyebab utama yang wajib diwaspadai, seperti dilansir Olenka dari berbagai sumber.

1. Durasi Tidur Siang yang Terlalu Lama

Meskipun tidur siang sangat efektif untuk meningkatkan kewaspadaan dan memulihkan stamina, durasi yang berlebihan justru bisa menjadi bumerang. Tidur siang yang melebihi 10 hingga 20 menit, atau dilakukan di atas pukul 3 sore, akan memotong "jatah" kantukmu di malam hari dan membuat matamu tetap segar saat jam tidur tiba.

2. Minum Kopi di Waktu yang Salah

Kebiasaan mengusir kantuk dengan secangkir kopi menjelang malam adalah salah satu pemicu utama insomnia. Zat kafein di dalam kopi bersifat stimulan kuat yang meningkatkan kewaspadaan sel saraf. Efek kafein ini baru benar-benar hilang dari tubuh setelah 4 hingga 6 jam, jadi sebaiknya batasi konsumsinya hanya di pagi atau siang hari saja.

Baca Juga: 3 Jenis Vitamin yang Perlu Dihindari Sebelum Tidur, Jangan Diabaikan!

3. Pola Makan Malam yang Buruk

Mengonsumsi makanan berat dalam porsi besar menjelang tidur akan membuat perut terlalu kenyang dan memaksa lambung bekerja ekstra keras. Saat kamu berbaring telentang, posisi ini memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan, memicu sensasi mulas atau dada terbakar (heartburn). Pastikan kamu selalu memberi jeda waktu sekitar 2 hingga 3 jam setelah makan sebelum naik ke tempat tidur.

4. Otak Terlalu Aktif Akibat Stres

Kondisi psikologis seperti stres akibat tekanan pekerjaan, keuangan, maupun urusan keluarga adalah musuh utama tidur nyenyak. Agar bisa terlelap, otak dan tubuh kamu harus berada dalam kondisi yang tenang dan rileks.

Sementara saat dilanda stres, otak akan menjadi sangat aktif bersiap menghadapi berbagai masalah, sehingga memicu kebiasaan buruk, kamu sulit tidur karena stres, dan akan semakin stres karena tidak bisa tidur.

5. Berolahraga Terlalu Dekat dengan Jam Tidur

Latihan fisik di malam hari yang dilakukan terlalu mepet dengan waktu istirahat bisa merusak ritme tidurmu. Olahraga berat akan memicu lonjakan hormon adrenalin, meningkatkan detak jantung, serta menaikkan suhu tubuh yang membuat tubuhmu tetap terjaga. Jika ingin tetap berolahraga di malam hari, pastikan kamu sudah menyelesaikan sesi latihan setidaknya 60 hingga 90 menit sebelum jam tidur.

6. Kebiasaan Scrolling Gadget

Faktor ini menjadi yang paling sulit dihindari oleh generasi digital saat ini. Layar ponsel atau tablet memancarkan cahaya biru (blue light) yang secara langsung dapat menghambat produksi hormon melatonin di dalam tubuh. Padahal, melatonin adalah hormon alami yang bertugas mengatur siklus sirkadian dan memicu rasa kantuk.

7. Gangguan Hiperlipidemia (Kolesterol Tinggi)

Ada satu pemicu medis tersembunyi yang jarang disadari oleh banyak orang, yaitu kadar kolesterol tinggi. Metabolisme lemak darah yang tidak seimbang di dalam tubuh ternyata dapat mengganggu kenyamanan tidur serta memicu durasi tidur yang lebih pendek akibat terganggunya ritme sirkadian tubuhmu.