Ia juga menambahkan “Tadi juga disampaikan oleh rekan-rekan dari dinas bahwa masih ditemukan beberapa kebun yang pola tanamnya belum sesuai, bahkan ada yang berbentuk jajaran genjang sehingga titik mata lima tidak terbentuk dengan baik. Hal-hal seperti ini yang ingin kita benahi bersama melalui pelatihan dan praktik lapangan, agar ke depan pengelolaan kebun dapat dilakukan dengan lebih baik dan menghasilkan produktivitas yang optimal," pungkasnya.

Melalui rangkaian pembelajaran teori dan praktik lapangan ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute berharap para peserta mampu mengadopsi praktik budidaya terbaik, meningkatkan produktivitas kebun, serta menjadi agen perubahan yang mendorong terwujudnya perkebunan kelapa sawit yang produktif, profesional, dan berkelanjutan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Baca Juga: BPDP Jalin Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Nilai Tambah Perkebunan

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) adalah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia. BPDP dibentuk untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana perkebunan guna mendukung keberlanjutan, produktivitas, dan daya saing komoditas perkebunan nasional. Program BPDP dapat dilihat secara langsung pada www.bpdp.or.id.

PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di sektor perkebunan. Selain menyelenggarakan pelatihan teknis, manajerial, dan sertifikasi, DGL Learning Institute juga merupakan lembaga pelatihan ISPO serta konsultan pendampingan implementasi ISPO bagi perusahaan dan pekebun swadaya. Untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan, DGL juga mengembangkan Learning Management System (LMS) sebagai platform pembelajaran digital yang dapat diakses peserta sebelum maupun setelah pelatihan.