Menurutnya, selain melakukan pembersihan secara rutin, masyarakat juga dapat menghemat konsumsi listrik dengan mengatur suhu AC pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius. Pengaturan suhu tersebut dinilai mampu menjaga kenyamanan ruangan tanpa membebani kerja kompresor secara berlebihan.

Nanda juga mengingatkan bahwa AC yang tetap tidak dingin setelah dibersihkan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dalam kondisi seperti itu, layanan servis menjadi langkah yang lebih tepat dibanding sekadar mencuci unit.

"Jika setelah dicuci AC tetap terasa panas, masyarakat disarankan segera mengambil tindakan AC Service untuk investigasi lebih dalam. Penurunan performa bisa dipicu oleh kebocoran freon (refrigerant), kerusakan komponen, usia unit, hingga kesalahan pada instalasi awal. Pemeriksaan yang tepat dari teknisi tersertifikasi sangat krusial agar penanganan tidak salah sasaran," jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu lebih selektif dalam memilih penyedia jasa perawatan AC.

“Kompetensi teknisi, transparansi biaya, hingga prosedur kerja yang jelas menjadi faktor penting untuk memastikan perawatan dilakukan dengan aman dan sesuai standar,” beber Nanda.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kata Nanda, bTaskee Indonesia menyediakan layanan AC Cleaning dan AC Service berbasis aplikasi.

“Seluruh mitra teknisi kami telah melalui proses kurasi dan pelatihan sesuai standar operasional sehingga mampu memberikan layanan yang aman sekaligus menjaga performa pendingin ruangan dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Baca Juga: Tips Aman Menggunakan AC untuk Menjaga Kesehatan Tubuh, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Jantung