PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) membukukan kenaikan pendapatan sebesar 55% dari Rp9,60 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp14,83 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan di seluruh segmen usaha, terutama bisnis institusi dan jaringan toko fisik.

CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, mengungkapkan bahwa kinerja keuangan positif pada paruh pertama tahun ini juga diimbangi dengan peningkatan efisiensi operasional. Hal itu tercermin dari penurunan beban  operasional terhadap Total Processing Value (TPV) turun dari sebelumnya 7,2% menjadi 6,3%. 

Baca Juga: Ulang Tahun ke-15, Blibli Punya Resep Kebahagiaan agar Belanja Online Makin Happy

Perbaikan tersebut turut mendorong rasio EBITDA terhadap TPV meningkat 170 basis poin, dari minus 2,5% menjadi minus 0,8%. 

Ia menambahkan, seluruh lini usaha, mulai dari perdagangan ritel, bisnis institusi, jaringan toko fisik hingga mitra ekosistem, memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan pada semester pertama tahun ini.

"Kinerja kami didukung oleh kontribusi yang berimbang dari seluruh ekosistem. Segmen perdagangan B2C mempertahankan momentum yang solid, didukung penawaran produk yang terdiferensiasi, komposisi kategori yang berkualitas, serta kapabilitas omnichannel secara berkelanjutan," tambahnya.